Beranda Hukum Kriminal Sebelum Beraksi, Begal Berkaki Palsu Ini Minta Diantar Korban ke Pasar Dekon

Sebelum Beraksi, Begal Berkaki Palsu Ini Minta Diantar Korban ke Pasar Dekon

193
BERBAGI
Toni Firman saat diperiksaa di Polres Lampung Utara, Rabu maalam (10/8/2016).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Toni Firman Jaya (29), warga Kabupaten Martapura, Sumatera Selatan, yang mencoba membegal sepeda motor A. Tsabit Ridlo Muft (29) di Jalan Jenderal Sudirman, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu malam (10/8/2016), ternyata sebelumnya sempat minta tolong kepada korban untuk diantarkan ke Pasaar Dekon.

Menurut korban, kejadian nahas yang nyaris menimpa dirinya ini berawal saat dirinya yang melaju dengan motor Honda Supra Fit dengan pelat BE 8752 JM dihadang oleh pelaku di depan rumah dinas Ketua DPRD. Saat itu, korban baru saja ke luar dari rumahnya yang berada di Jalan Pelangi II, Kotabumi.

“Saat tiba di depan kantor Ketua DPRD, motor saya dihentikan pelaku. Pelaku minta tolong diantarkan ke pasar Dekon ,” kata A. Tsabit, Kamis (11/8/2016).

Namun, kata dia lagi, setibanya di bundaran Pasar Dekon, pelaku ternyata meminta kembali diantarkan ke lain tempat. Selang beberapa menit kemudian, pelaku kembali meminta diantarkan ke Hotel Srikandi, Kotabumi.

Saat tiba ‎di depan kantor Telkom yang cukup ramai dengan aktivitas, pelaku menodongkan senjata tajam jenis cutter ke perutnya. Pelaku meminta dirinya turun dan mencoba merampas kunci motornya.

‎”Saya melawan dan berteriak meminta pertolongan warga. Beruntung, warga langsung menolong dan segera menangkap pelaku sehingga dapat diamankan di Mapolres,” terangnya.

Di lain sisi, Kasat Reskrim Polres, AKP. Supriyanto Husin membenarkan telah mengamankan seorang pelaku begal yang beraksi di Jalan Jenderal Sudirman. Pelaku sendiri diketahui merupakan warga Kabupaten Martapura, Sumatera Selatan.‎ Supriyanto juga mengatakan, pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras yang diminumnya. Hal ini diketahui dari bau mulutnya yang beraroma alkohol dan tak dapat menjawab dengan benar apa yang ditanyakan oleh penyidik.

“Atas perbuatannya, pelaku terancam ‎hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata dia.‎