Sebelum Curi Sepeda Motor, Cewek ABG Ini Sengaja Mengajak Kenalan Korban

DP, Epin, dan Umar saat diperiksa di Polres Bandarlampung, Rabu (17/5/2017). ©teraslampung.com
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Tersangka DP (16), yang kesehariannya bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Bandarlampung ini, mengkui bahwa dirinya yang merencanakan pencurian motor milik korban Bambang di tempat kos yang ditempati pacarnya di daerah Gotong Royong, Tanjungkarang Pusat.

Menurut perempuan yang masih ABG warga Pringsewu ini, sebelumnya ia sempat bertemu korban di tempat kos yang ditempati pacarnya. Pada saat itulah, timbul niatnya merencanakan pencurian sepeda motor korban.

“Awalnya saya ajak korban kenalan, lalu saya minta nomor ponselnya. Lalu esok harinya, saya hubungi korban untuk datang ke tempat kos pacar saya di Gotong Royong,”ungkapnya di Mapolresta Bandarlampung, Rabu (17/5/2017).

Taklama kemudian, korban datang menemui dirinya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. Lalu korban pergi meninggalkan sepeda motornya, di tempat kos tersebut. Saat itulah ia langsung menghubungi kakaknya, Umar untuk mencuri motor korban.

“Motor curian itu, dibawa kakak saya Umar dan temannya Efin dan dijual ke penadahnya sebesar Rp 3 juta. Dari hasil penjualan, kami dapat bagian masing-masing Rp 1 juta dan uangnya sudah digunakan bayar kontrakan rumah dan kebutuhan sehari-hari,”ucapnya.

Dikatakannya, baru kali ini dirinya melakukan dan merencanakan pencurian. Hal tersebut dilakukannya, butuh uang untuk bayar kontrakan dan biaya kebutuhan sehari-hari. Karena enghasilannya sebagai PRT, tidak mencukupi untuk menopang biaya hidup tinggal di Bandarlampung.

Tersangka Umar dan Efin, mengakui bahwa keduanya yang mencuri motor korban, hal itu dilakukannya karena disuruh oleh DP. Motor hasil curian itu, mereka jual Rp 3 juta ke penadahnya berinisial KM (DPO) di daerah Umbul Kunci, Telukbetung Barat.

“Saya mencuri motor karena disuruh dengan adik saya DP, tapi yang mengambil motornya Efin karena dia (Efin) yang tahu caranya. Uang dari hasil penjualan motor curian itu, sudah saya pakai untuk beli handphone,”kata Umar.

Sementara Efin juga mengakui, bahwa dirinya mencuri motor atas perintah DP. Ia melakukannya, karena butuh uang untuk beli baju dan keperluan sehari-hari.

Diketahui, Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, membekuk tiga tersangka komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi menangkap ketiga tersangka, pada waktu dan tempat berbeda, Minggu (14/5/2017) lalu.

Dari ketiga tersangka yang ditangkap, salah satu tersangka seorang perempuan berinisial DP (16), warga Pringsewu yang merupakan sebagai otak pelaku pencurian. Sedangkan dua tersangka lainnya adalah, Umar (18), warga Pringsewu dan Epin (20), warga Telukbetung Barat.

Dari penangkapan para tersangka, petugas menyita satu unit sepeda motor Honda Kharisma BG 4422 RD milik tersangka, yang digunakan saat melakukan aksi pencurian.