Beranda News Pilpres 2019 Sebelum Ditangkap, Bagus Bawana Putra Minta Pendamping Hukum

Sebelum Ditangkap, Bagus Bawana Putra Minta Pendamping Hukum

315
BERBAGI
Polisi menggiring Bagus Bawana Putra, tersangka kasus berita hoax saat Rilis berita hoax 7 kontainer surat suara tercoblos di Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.( ANTARA FOTO via TEMPO.CO)

TERASLAMPUNG.COM — Mantan Bendahara Umum Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo, Dian Istiqomah mengaku pernah ditelepon Bagus Bawana Putra, tersangka kasus hoax 7 kontainer surat suara sebelum mantan wakil ketua Kornas itu ditangkap polisi.

“Saat itu saya ditelvon oleh Bagus sebelum ditangkap meminta untuk disiapkan tim pendampingan hukum,” ujar Dian saat ditemui di bekas Sekretariat Kornas, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat 11 Januari 2019.

Dian mengatakan pembicaraan telepon itu terjadi pada hari Kamis, atau sehari setelah Komisi Pemilihan Umum meninjau Tanjung Priok untuk memeriksa benarkah ada 7 kontainer dengan surat suara yang sudah dicoblos seperti desas-desus yang beredar.

Dian mengaku kaget dengan kondisi Bagus yang bicara dalam keadaan panik pagi itu. Menurut dia, Bagus tidak banyak bercerita.

Selain meminta pendampingan hukum, kata Dian, Bagus juga mengatakan kalau dia dijebak terkait rekaman suara hoax 7 kontainer surat suara tersebut.” Mbak, saya dijebak mbak,” kata Dian menirukan ucapan Bagus.

Setelah itu Dian tidak lagi mendapat kabar soal Bagus, sampai rekannya itu dinyatakan sebagai tersangka oleh Mabes Polri dalam kasus hoax 7 kontainer surat suara, Rabu, 9/1.

Dian menduga dalam kasus ini Bagus hanya korban yang dijebak untuk menyebarkan hoax 7 kontainer surat suara. “Saya cukup tahu Bagus sebagai relawan, saya duga dia korban yang dijebak.”

Dian menilai ada oknum yang sengaja mempengaruhi Bagus untuk menyebarkan berita bohong tersebut.

Bagus Bawana ditangkap di Sragen, Jawa Tengah, pada 7 Januari 2019. Kepada penyidik Bagus mengaku ide membuat, mengunggah, hingga menyebarkan konten hoax berisi kabar tujuh kontainer berisi surat suara Pemilu 2019 sudah dicoblos di Tanjung Priok murni hasil pemikirannya sendiri.

“Unsur sengajanya sangat terpenuhi. Yang bersangkutan juga sudah melakukan upaya penghapusan barang bukti yang disebarkan,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Rahmat Wibowo beberapa waktu lalu.

Tempo.co

Loading...