Beranda News Pilpres 2019 Sebelum Jokowi Buka Nomor Urut Pilpres, Ma’ruf Amin Berdoa

Sebelum Jokowi Buka Nomor Urut Pilpres, Ma’ruf Amin Berdoa

314
BERBAGI
Calon presiden inkumben Joko Widodo alias Jokowi dan calon presiden Prabowo Subianto, menunjukkan nomor mereka selama acara pengambilan nomor urut untuk Pilpres 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Rapat pleno KPU digelar di ruang sidang lantai 2 Gedung KPU Jalan Imam Bonjol di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. REUTERS/Darren Whiteside
Calon presiden inkumben Joko Widodo alias Jokowi dan calon presiden Prabowo Subianto, menunjukkan nomor mereka selama acara pengambilan nomor urut untuk Pilpres 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Rapat pleno KPU digelar di ruang sidang lantai 2 Gedung KPU Jalan Imam Bonjol di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. REUTERS/Darren Whiteside

TERASLAMPUNG.COM — Calon wakil presiden Ma’ruf Amin berdoa sebelum calon Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi membuka kertas undian nomor urut pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Persis setelah Jokowi mengambil kertas dan kembali ke tempat duduknya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menoleh ke Ma’ruf Amin yang duduk di sebelah kirinya.

Seolah memahami kode tersebut, Ma’ruf Amin langsung menengadahkan tangan dan berdoa. Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo – Sandiaga) yang berada di sebelahnya pun turut menengadahkan tangan dan berdoa.

Setelah itu, keduanya membuka kertas dan menemukan nomor urut masing-masing. Jokowi mendapatkan nomor urut 1 dan Prabowo mendapatkan nomor urut 2. “Nomor 1,” ujar Jokowi sambil mengangkat kertas undiannya.

Usai mendapatkan nomor, Jokowi menyampaikan pidato singkat. Dia tidak berbicara banyak tentang nomor urut. “Alhamdulillah kami Joko Widodo dan Kiai Ma’ruf Amin mendapatkan nomor 1. Satu. Memang yang diperebutkan adalah RI 1,” ujar Jokowi disambut riuh tepuk tangan pendukungnya di kantor KPU RI, Jakarta pada Jumat, 21 September 2018.

Setelah itu, Jokowi berpesan agar pemilu 2019 menjadi ajang kontestasi beradu program, gagasan, ide, rekam jejak, dan prestasi. Bukan beradu fitnah, saling mencemooh dan menjelekkan.

“Jangan sampai karena kontestasi ini, silaturahmi antara kita menjadi tidak baik. Saya masih bisa bertelepon dengan Pak Prabowo dan Pak Sandiaga, karena saya sudah lama kenal Pak Prabowo, juga Pak Sandiaga,” ujar Jokowi.

Setelah Jokowi berpidato, Ma’ruf Amin pun kembali menutup dengan doa.

Tempo.co

Loading...