Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Sebulan Lebih Air tidak Mengalir, Pelanggan Minta PDAM Way Rilau Profesional

Sebulan Lebih Air tidak Mengalir, Pelanggan Minta PDAM Way Rilau Profesional

110
BERBAGI
Sri menunjukkan rekening PDAM Way Rilau.

Dandy Ibrahim | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG.COM — Para pelanggan PDAM Way Rilau Bandarlampung mengeluh karena pelayanannya yang buruk. Ada pelanggan yang tidak mendapatkan aliran air seminggu, dua minggu, bahkan ada yang hingga satu setengah bulan. Mereka minta PDAM Way Rilau profesional dengan meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan.

“Sudah 1,5 bulan ini air pam saya mati. Suami saya belum sempat lapor ke kantor PDAM,” kata Sri warga Kelurahan Kedaton RT 07 Lingkungan III, Kecamatan Kedaton, Selasa 3 Desember 2019.

Sebelumnya, kata Sri, air juga tidak lancar hidupnya pada jam-jam tertentu saja.

“Masa dulu hidupnya tengah malam saja. Saya kan paginya harus dagang,” kata perempuan yang sehari-hari berdagang pecel lontong dan gorengan di Pasar Wayhalim itu.

Matinya air pam yang sampai 1,5 bulan itu pada akhirnya Sri enggan membayar tagihan PDAMnya.

“Mending saya beliin selang untuk saya minta air ke tetangga yang pakai sumur bor. Tapi mau mengebor belum ada duit,” katanya.

Keluhan serupa diungkapkan Mulia, warga Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian. Menurutnya, air PDAM di rumahnya sudah empat hari mati total.

“Akibatnya saya harus mengeluarkan uang Rp50 ribu setiap hari untuk beli air bersih untuk mandi dan masak. Sedangkan kalau nyuci, pakaian kotor saya bawa ke jasa cuci,” ungkapnya.

Mulia berharap PDAM Way Rilau mau menyampaikan informasi kepada pelanggannya mengenai jadwal hidup dan matinya air pam.

“Kami sebagai pelanggan dikasi tau dong kalo mati atau hidup air jangan seperti sekarang ini, tidak jelas. Kemudian kami juga meminta airnya jangan sampai keruh,” harapnya.

Sebelumnya Kabag Humas PDAM Way Rilau Agung menjelaskan, untuk daerah-daerah yang tinggi seperti di Kecamatan Kedamaian dan Wayhalim diberlakukan jam alir.

“Hal itu karena kondisi kontur Kota Bandarlampung yang berbukit dan minimnya sumber air baku kami. Maka untuk daerah-derah tertentu kami buatkan jadwal jam alir,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) distribusi PDAM Way Rilau Sutriono kepada awak media menjelaskan, matinya air PDAM di beberapa kecamatan disebabkan adanya penggantian pipa induk.

“Kami melakukan penggantian pipa induk fiberglass 600 mili karena sering bocor, selanjutnya kami ganti baru. Kami ganti pipa tersebut sepanjang 48 meter yang merupakan bantuan dari Pemkot Bandarlampung,” jelasnya.

Sutriono berjanji hari ini air dari PDAM Way Rilau sudah lancar kembali seperti sedia kala.

“Insya Allah jika tidak ada kendala besok pagi (3/12) air sudah mengalir,” katanya.

Loading...