Sebulan, Tim Tekab 308 Polresta Bandarlampung Ungkap 46 Kasus C3

Bagikan/Suka/Tweet:

Zaianal Asikin/teraslampung.com

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho (kanan) didampingi Waka Polresta AKBP Boby Marpaung (tengah) dan Kasat Reskrim, Kompol Dery Agung Wijaya memperlihatkan barang bukti.

BANDARLAMPUNG- Kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pemcurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bandalapung masih tinggi. Dalam kurun waktu satu bulan, Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung dan Polsekta Jajajaran, mengungkap sedikitnya 46 kasus tindak kejahatan kasus C3 (Curat, Curas dan Curanmor). Dalam kasus tersebut polisi mengamankan sebanyak 41 tersangka dalam kasus yang berbeda dan sejumlah barang bukti kejahatan.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho mengatakan, sejak dibentuknya Tim Khusus anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung dan jajaran, dalam kurun waktu satu bulan berhasil diungkap sebanyak 46 kasus C3 (Curat, Curas dan Curanmor). Dari hasil pengungkapan itu, kasus yang paling menonjol adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) sebanyak 32 kasus.

Selain kasus Curat, ada sembilan kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dengan rincian, delapan kasus mengambil motor diparkiran dan dirumah kontrakan. Sementara untuk satu kasus lagi, merupakan kasus begal. Lalu untuk kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), diungkap sebanyak 5 kasus.

“Dari 32 kasus Curat, 18 kasus adalah pencurian dengan modus pecah kaca dan 14 kasus bongkar rumah. Kasus curas itu, salahsatunya menggunakan senpi. Dari 46 kasus yang diungkap, untuk kasus yang paling menonjol adalah kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan modus pecah kaca,”kata Hari kepada wartawan saat menggelar ekspos hasil ungkap kasus C3, Minggu (11/10).

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho didampingi Waka Polresta AKBP Boby Marpaung dan Kasat Reskrim, Kompol Dery Agung Wijaya saat melihat para tersangka pelaku C3.

Mantan Wakapolresta Samarinda, Polda Kalimantan Timur ini mengutarakan, sebanyak 46 kasus yang diungkap Tim Tekab 308, pelaku yang diamankan sebanyak 41 tersangka,  dengan perincian 26 tersangka kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan 5 tersangka dan sisanya 10 tersangka adalah terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor.

“Barang bukti yang diamankan dari para tersangka, sepucuk senjata api rakitan, dua butir peluru, satu selongsong, sebilah golok, pisau jenis badik, dua unit sepeda motor, kunci letter T, linggis, satu unit televisi, satu unit CPU, tabung gas melon dan beberapa barang bukti lainnya hasil kejahatan,”terangnya.

Dari jumlah 46 tersangka yang diamankan, Hari menuturkan, tidak semua tersangka dihadirkan dalam ekspos hasil ungkap kasus C3 ini hanya 31 tersangka saja yang dihadirkan. Menurutnya,  ada sekitar 10 orang tersangka lain yang tidak bisa dihadirkan. Lantaran empat tersangka begal, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit. Dua pelaku dibantarkan untuk pengambilan peluru, dan enam tersangka lain masih tahap pengembangan.

“Ini merupakan hasil ungkap kasus, Tim khusus anti bandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung dan Polsekta Jajaran selama satu bulan setelah dibentuk. Anggota bekerja sudah secara maksimal, melakukan pengungkapan kasus C3 yang terjadi diwilayah hukum Kota Bandarlampung. Hal ini dilakukan, untuk menekan angka tindak kriminalitas,”ungkapnya.

Untuk kasus begal, menurut Hari, terindikasi ada penurunan kejadian. Terutama dengan kasus-kasus yang berkaitan dengan begal itu sendiri, hal itu diungkap khususnya dimulai dari pengungkapan korban anggota Brimobda Lampung. Selain begal, seperti pencurian pecah kaca dan curanmor juga terjadi penurunan.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho (tengah) didampingi Waka Polresta AKBP Boby Marpaung (kanan) dan Kasat Reskrim, Kompol Dery Agung Wijaya saat gelar ekspos ungkap kasus satu bulan C3 (Curat,Curas dan Curanmor) Tim Tekab 308, Minggu (11/10). 

“Hanya memang setelah dilakukan penyelidikan terhadap kelompok-kelompok tertentu, muncul kembali pelaku atau kelompok yang baru. Dari segi jumlah pengungkapannya pun, memang ada penurunan jika dibandingkan dengan sebelumnya. Penindakan para pelaku kejahatan C3 ini, akan terus dilakukan dan ditingkatkan. Yakni untuk dapat mengungkap pelaku lain, atau pelaku yang sudah masuh dalam DPO,”tegasnya.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya menjelaskan, dari kasus C3 yang diungkap kasus Curat modus pecah kaca yang meningkat. Pengungkapannya, Tim Tekab 308 mengumpulkan semua LP yang ada. Baik itu LP lama, atau yang memang sudah menjadi DPO dan target operasi (TO).

Dari semua itu, lanjut Dery, lebih banyak tindak kriminalitasnya pelaku pecah kaca, sehingga kasus inilah yang menjadi target kami.  Dari kasus tersebut, didapatkan tiga kelompok pelaku modus pecah kaca. Kelompok pertama satu orang, kelompok kedua, dua orang dan kelompok ketiga empat orang.

“Jadi ketiga kelompok pecah kaca, dapat diungkap sebanyak 18 LP. Untuk kejadian yang pada saat itu, terjadi hanya satu LP. Sementara yang 17 LP adalah PR sebelumnya, begitu juga dengan sembilan kasus curanmor merupakan PR sebelumnya. Dibentuknya Tim Tekab 308 ini, untuk mencari DPO ataupun mengungkap kasus-kasus yang lama,”jelasnya.

Dalam gelar ekspos pengungkapan kasus tersebut, Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho didampingi Waka Polresta AKBP Boby Marpaung, Kabag Ops, Kasat Reskrim Kompol Dery Agung Wijaya,  Kasubag Humas AKP Titin Maezunah, para Kapolsekta jajaran dan Kanit Reskrim serta Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308.