Beranda News Covid-19 Sehari Pasien Covid-19 di Bandarlampung Tambah 50, Ini Riwayat 2 Pasien Meninggal...

Sehari Pasien Covid-19 di Bandarlampung Tambah 50, Ini Riwayat 2 Pasien Meninggal Hari Ini

1334
BERBAGI
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana

TERASLAMPUNG.COM — Satgas Penanganan Covid-19 Lampung hari ini (23/10/2020) merilis penambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 62 orang. Penambahan tersebut merupakan yang terbesar sejak kasus Covid-19 ditemukan di Lampung pada Maret 2020 lalu. Dengan demikian, total pasien Covid-19 di Lampung sampai hari ini sebanyak 1.522 orang.

BACA: Masuk ke Kota Bandarlampung Diperketat Mulai Senin, Pendatang Harus Lolos Rapid Test

Satgas juga merilis adanya dua pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Keduanya wargta Bandarlampung. Sedangkan dua pasien yang hari ini selesai isolasi atau sembuh adalah warga Lampung Tengah dan warga Kabupaten Tulangbawang.

Dari 62 kasus baru tersebut, sebagian besar berasal dari Kota Bandarlampung,yaitu 50 kasus. Kasua lainnya berasal dari  3 dari Lampung Tenngah, 2 dari Lampung Selatan, 1 dari Pringsewu, 5 orang dari Tulangbawang Barat, dan 1 dari Tanggamus.

“Dari 62 kasus, yang merupakan kasus baru ada 23 orang dan hasil tracing ada 39 orang. Dari 62 kasus baru tersebut,  yang dirawat di rumah sakit sebanyak 17 orang dan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 45 orang,” kata juru bicara Satgas Penanganan Kasus Covid-19 Lampung, Reihana, Jumat petang (23/10/2020).

Dua warga Bandarlampung penderita Covid-19 yang meninggal adalah pasien nomor 1.475 dan pasien nomor 1.507.

Pasien nomor 1.475 adalah seorang perempuan berusia 50 tahun. Pada 16 Oktober ia dibawa ke sebuah rumah sakit swasta di Bandarlampung dengan keluhan sesak napas, nyeri di dada, dan batuk. Hasil rapid test menunjukkan reaktif. Pada 17 Oktober dilakukan uji usap (swab) dengan hasil positif Covid-19.

“Pada 19 Oktober 2020 kondisinya memburuk dan para pukul 20.40 pasien meninggal dunia,” kata Reihana.

Sedangkan pasien nomor 1.507 adalah seorang laki-laki berusia 40 tahun. Pada 16 Oktober berobat ke rumah sakit swasta di Bandarlampung dengan keluhan demam, batuk, dan kehilangan penciuman.Ia memiliki penyakit bawaan hipertensi dan pnemonia. Hasil rapid test reaktif.

“Pada 17 Oktober dilakukan rapid test. Pada 22 Oktober 2020 pukul 19.50 kondisinya memburuk. Pada pukul 20.05 pasien meninggal dunia. Pemulasaraan jenazah Covid-19 dilakukan secara Covid-19,” kata Reihana.

Sementara itu, jumlah pasien sembuh atau selesai menjalani isolasi pada hari ini hanya bertambah 2 pasien, sehingga total pasien sembuh menjadi 1.016 orang. Sedangakan pasien yang meninggal dunia bertambah 2 orang sehingga totalnya menjadi 58 orang.

Hingga hari ini Bandarlampung masih menjadi daerah terbanyak kasus Covid-19.Sejak Senin lalu (19/10/2020) kota berjuluk Kota Tapis Berseri ini masuk kategori Zona Merah.

Pemkot Bandarlampung mengantisipasi penyebaran Covid-19d dengan memperpanjang belajar dari rumah bagi para siswa-siswi hingga Januari 2020 dan menutup sebuah puskesmas. Puskesmas yang ditutup adalah Puskesmas Rajabasa Induk.

“Puskesmas Rajabasa Induk ditutup sampai 3 November 2020,” kata Walikota Bandarlampung, Herman HN, Jumat siang (23/10/2020).