Sehari, Tiga Sepeda Motor Hilang Dibawa Kabur Pencuri

Bagikan/Suka/Tweet:

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Meski sudah banyak pelaku yang ditangkap,kasus pencurian sepeda motor di Bandarlampung masih tetap marak. Dalam sehari bisa 3-4 sepeda motor dibawa kabur pencuri.

Pada Rabu (2/7) misalnya, tiga pencurian kendaraan motor dilaporkan ke Polresta Bandarlampung. Para pelaku berhasil membawa kabur motor milik korban dengan merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T.

Di salah satu lokasi kejadian, dua orang pelaku dengan membawa senjata api berhasil membawa motor Yamaha Vixion warna merah plat nomor BE 4298 AD milik korban Dedi Gunawan yang yang tengah diparkir di warung Mie Koga di Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung, Rabu (02/7) sekitar pukul 11.00 WIB.

Di rumah Welly Syarif Hidayat (44), seorang PNS warga  Jl Keramat Gg. Cendana, Labuhan Ratu, Kedaton Bandarlampung, sekitar pukul 04.30 WIB. Pelaku berhasil membawa motor Honda Beat plat nomor BE 3738 CR yang diparkir di garasi rumah, pelaku sebelumnya terlebih dulu merusak kunci gembok pagar.

Sedangkan di Butik Robbani di Jl. Z.A. Pagar Alam, Kedaton, Bandarlampung pelaku berhasil mencuri satu unit motor Honda Scopy plat nomor BE 9491 BD milik seorang pengunjung butik bernama Ike Ate Yuviska (28) warga Jl. Imam Bonjol Gang Damai, Bandarlampung, sekitar pukul 09.45 WIB.

Joni Sutrisno (14),  juru parkir di dekat Warung Mi Koga, mengatakan kedua pelaku datang menggunakan motor Honda Beat warna Biru. Sebelum mengambil motor korban yang sedang diparkir di warung Mie Koga, keduanya menghampiri dirinya dan bertanya di mana tempat orang yang jual onde-onde.

Karena Joni tidak tahu tempat  penjual onde-onde, lalu salah satu pelaku turun dari motor dan pergi. Salah satu pelaku lagi menunggu di atas motor dengan mengajak Joni mengobrol.

“Baru sekitar lima menit, saya melihat satu pelaku yang turun dan pergi tadi, sedang mendorong motor Yamaha Vixion milik korban yang diparkir di warung Mie Koga. Satu pelaku lagi yang menunggu d iatas motor dan mengajak ngobrol, saya melihat jelas pelaku ini membawa senjata api yang diselipkan pinggangnya. Saya mau teriak tetapi takut ditembak,” kata Joni kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (02/7).

Setelah kedua pelaku membawa kabur motor tersebut, sekitar setengah jam dari kejadian, dirinya baru memberitahu pemilik kendaraan yang sedang berada di dalam warung Mie Koga.

“Saya tidak langsung memberi tahu karena saya masih takut, gemeteran bawaanya dan bingung harus bagaimana. Setelah saya kasih tahu dengan pemiliknya, lalu dia melaporkan ke polisi,” jelas Joni.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, mengatakan Tim Inafis Polresta Bandarlampung sudah mendatangi ketiga lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari saksi.

“Dari hasil olah TKP disimpulkan para pelaku mengambil motor milik korban dengan merusak tempat kunci kontak menggunakan kunci letter T. Apakah dari ketiga tempat itu dilakukan olah pelaku yang sama, kami belum dapat memastikan,” kata Dery melalui ponselnya, Rabu (02/7).

Dery juga menghimbau, kepada masyarakat agar tidak sembarangan memarkir sepeda motornya dan memakai kunci ganda agar lebih aman. “Pada saat bulan Ramadan  hingga menjelang Idul Fitri nanti biasanya pencurian kendaraan bermotor meningkat,” kata dia.