Beranda News Wisata Sejarah Candi Borobudur yang Menjadi Keunggulan Wisatanya

Sejarah Candi Borobudur yang Menjadi Keunggulan Wisatanya

4022
BERBAGI
Candi Borobudur (wikipedia.org)
Candi Borobudur (wikipedia.org)

TERASLAMPUNG.COM — Di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Candi Borobudur terbentuk dengan gagah dan terlihat mencolok. Candi Buddha terbesar di dunia itu memiliki masa lalu tempat ibadah yang dimulai dengan masa Hindu-Buddha, yang mana kedua agama tersebut merupakan agama yang pertama yang hadir dalam tanah Nusantara ini. Tempat ini seringkali menjadi tujuan utama para wisatawan, dikarenakan tempatnya yang unik, luas, tiket Candi Borobudur yang relatif murah, dan mempunyai sisi edukasi yang sangat berguna bagi setiap wisatawan yang datang.

Candi Borobudur dibuat sebagai bangunan yang mencerminkan eksistensi para dewa dengan melambangkannya pada patung atau arca. Keseluruhan arca tersebut dikelilingi oleh pahatan batu tiga dimensi atau relief yang indah dan mengandung makna.
Candi ini merupakan candi yang mempunyai seni arsitektur paling maju di zamannya.

UNESCO memutuskan bahwa candi ini merupakan situs warisan dunia yang harus dilindungi dan dilestarikan. Candi Borobudur lebih difavoritkan oleh para wisatawan dibandingkan dengan candi-candi lain yang ada di Indonesia. Di bawah ini akan dijelaskan perbedaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Perbedaan Candi Borobudur dengan Prambanan

Meskipun keduanya berbentuk candi dan lokasinya yang berdekatan, namun kedua candi ini mempunyai perbedaan dari bentuk, dan fungsinya. Candi Borobudur memiliki perbedaan yang sangat kental dibandingkan dengan candi-candi yang lainnya terutama candi prambanan, seperti corak batu yang menggambarkan agama Buddha, banyaknya relief sebagai bentuk cerita, hingga puncaknya penggambaran sang Buddha yang berada pada puncak candi. Sedangkan Candi Prambanan merupakan candi umat Hindu.

Candi Borobudur (Foto: Wikipedia.org)
Candi Borobudur (Foto: Wikipedia.org)

Candi Borobudur juga dapat dibedakan dengan Candi Prambanan pada sisi fungsinya, Candi Prambanan pada masanya digunakan sebagai tempat penyimpanan harta raja dan tempat dimakamkannya para raja-raja hindu. Sedangkan Candi Borobudur hanyalah sebagai tempat ibadah umat buddha.

Candi Borobudur dilengkapi dengan ukiran batu atau relief dan arca sebagai penggambaran sang buddha pada masa lampau, yang keseluruhannya sudah dijabarkan di bawah ini.

Tingkatan dan Makna Pada Candi Borobudur

Relief-relief yang ada pada Candi Borobudur menggambarkan 1.460 panil yang membentang dengan berbagai penggambaran yang berbeda, keseluruhan panil tersebut terdapat pada tiga tingkatan yang mengandung cerita dan makna yang berbeda.

● Tingkat pertama (Kamadhatu)
Tingkatan ini berada pada kaki atau dasar Candi Borobudur yang mencerminkan kehidupan manusia dengan beragam jenis hawa nafsu duniawi yang menyelimutinya. Dalam bahasa sansekerta, Kamadhatu yang diartikan sebagai dunia nafsu. Bagian pertama ini dilukiskan dengan relief panil yang berjumlah 160 panil, yang keseluruhannya memiliki makna sebab akibat atau biasa disebut hukum karma.

● Tingkatan kedua (Rupadhatu)
Bagian ini mengandung makna gambaran akan manusia yang sudah tidak lagi diselimuti oleh hawa nafsu dan karma. Relief bagian ini dilengkapi dengan 1.300 panil yang terpahat secara detail. Penggambaran ini mencerminkan kehidupan sang buddha semasa hidupnya yang sudah tidak terikat dengan duniawi namun masih berwujud seperti manusia biasa pada umumnya.

● Tingkatan ketiga (Arupadhatu)
Tingkatan ini diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa, dengan tidak ada nafsu duniawi, hukum karma, maupun bentuknya yang sudah tidak berwujud. Arupadhatu menggambarkan kesucian sang buddha, terbukti dengan tidak adanya relief-relief panil yang mengelilinya. Sang buddha tersebut digambarkan oleh satu buah stupa pada puncak Candi Borobudur.

Ketiga tingkatan tersebut diyakini sebagai kehidupan sang buddha yang bernama Sidharta Gautama dalam proses mencari kebenaran dan kebahagiaan sejati dari manusia.

Harga Tiket Masuk

Kehidupan sang buddha yang disebutkan diatas dapat kita telaah sendiri dengan langsung mengunjungi tempat tersebut, yang tentunya kita juga perlu mengetahui informasi tentang tiket Candi Borobudur per September 2019 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Tiket masuk Candi Borobudur untuk orang dewasa sebesar Rp40.000 sedangkan untuk pelajar atau anak-anak dikenakan biaya sebesar Rp20.000. Harga tersebut merupakan harga terbaru september 2019 dan kemungkinan akan naik pada saat-saat libur lebaran, atau libur sekolah.

Jam Operasional

Candi Borobudur dibuka untuk umum setiap hari (kecuali jika acara atau keadaan yang tidak memungkinkan) pada pukul 06.00 hingga 17.00 WIB.
Itulah beberapa informasi mengenai Candi Borobudur yang dapat Anda jadikan referensi sebelum berlibur ke Candi Borobur.

Loading...