Sekda Kabupaten Lampung Utara Tepis Isu Jual-Beli Jabatan

  • Bagikan
Sekda Kabupaten Lampung Utara, Lekok
Sekda Kabupaten Lampung Utara, Lekok

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Lekok menepis tudingan adanya jual – beli jabatan di lingkungan Pemkab Lampung Utara. Tudingan adanya jual – beli jabatan sendiri dilontarkan oleh Asisten Bidang Administrasi, Efrizal Arsyad dalam videonya yang viral.

BACA: Viral Video Pejabat Lampura Sebut Pemerintahan Bupati Budi Utomo sebagai yang Terburuk dalam 36 Tahun Terakhir

“Gampang saja. Cari indikasinya. Kalau ada?siapa yang jual – beli?. Laporkan ke aparat penegak hukum!” tegas Lekok saat dikonfirmasi di ruangannya, Rabu (28/4/2021).

Lekok mengatakan, jual – beli jabatan adalah hal yang haram untuk dilakukan karena itu jelas melanggar hukum. Bahkan, ia berani menjamin bahwa pelaksanaan mutasi atau promosi jabatan selama ini bersih dari praktik kotor seperti itu.

“Saya jamin tidak ada. Tidak pernah ada. Ke depan pun, tidak akan pernah ada,” katanya.

Sementara mengenai tudingan jarang masuk kerja yang dialamatkan padanya dan Bupati Budi Utomo, Lekok juga membantah hal itu. Menurutnya, jam kerja bupati itu tidak terbatas‎ dan tidak melulu harus berada di kantor.

“Saya tidak pernah tidak masuk kantor kecuali ada dinas luar ya,” terangnya.

Adapun mengenai tudingan sebagai pemerintahan terburuk sepanjang tiga puluh enam tahun terakhir, Lekok menyarankan pihak wartawan untuk menanyakan apa yang menjadi indikator dari tudingan itu pada yang bersangkutan. Kalaupun memang dinilainya buruk maka berarti yang bersangkutan juga termasuk di dalamnya.

“Tolong suara yang begini jangan dianggap sebagai suara ‎yang vokal. Beliau termasuk orang yang memiliki pemikiran cemerlang dan jernih, netral yang selalu siap kapan saja dibutuhkan,” papar dia.

Sebelumnya, Asisten Bidang Administrasi, Efrizal Arsyad dalam video yang viral pada Selasa (27/4/2021) menilai bahwa pemerintahan Bupati Budi Utomo dianggap sebagai pemerintahan yang paling buruk dalam tiga puluh enam tahun terakhir.

‎”Selama 36 tahun jadi PNS di sini, pemerintahan saat ini yang paling buruk,” tegas Efrizal dalam video tersebut.

Alasan penilaiannya itu didasarkan oleh jarangnya Bupati Budi Utomo ke ruang kerjanya. Yang bersangkutan lebih suka melakukan kegiatannya di rumah jabatan ketimbang di ruang kerjanya. Kondisi itu jelas tidak patut dilakukan oleh seorang kepala daerah.

Apa yang dilakukan oleh Bupati Budi Utomo itu sejatinya sah – sah saja. Tidak ada aturan yang melarang kebijakannya tersebut. Namun, hendaknya hal itu tidak dilakukan setiap hari.

“Kantor itu di sini bukan di rumah dinas. Rumah Dinas itu tempat istirahat. Kalau di mana – mana itu preman,” papar Minak Ef, sapaan akrabnya sembari jari telunjuknya menunjuk ke arah kantor bupati.

Tak hanya menyasar Bupati Budi Utomo, Sekretaris Daerah Kabupaten, Lekok juga tak luput dari kritikannya. Nyaris satu bulan belakangan ini Lekok tidak pernah masuk ke ruangannya.

Sikap Lekok ini menggambarkan bahwa ia tidak punya cukup nyali dalam menghadapi pelbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh Pemkab Lampung Utara. ‎Padahal, ia adalah motor penggerak dalam pemerintahan.

“Termasuk Sekda‎ jarang ngantor. Dia kan motor penggerak. Jangan jadi pejabat kalau penakut,” papar dia.

Dalam kesempatan ini, Efrizal mengisyaratkan ada jual – beli jabatan di lingkungan Pemkab Lampung Utara.‎ Inilah yang membuat pejabat lainnya tidak mau bersuara karena takut kehilangan jabatannya.

“Banyak pejabat yang enggka sanggup ngomong karena takut kehilangan jabatan. Karena jabatannya dapat beli!!!” jelasnya.

  • Bagikan