Sekdakab Lampura Ancam Tarik Kendaraan Dinas yang Menunggak Pajak

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Lekok menjelaskan mengenai langkah yang akan dlakukan terkait tunggakan pajak kendaraan dinas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Lekok menjelaskan mengenai langkah yang akan dlakukan terkait tunggakan pajak kendaraan dinas.
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, KOTABUMI —Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Lekok ‎mengancam akan menarik kendaraan dinas yang masih memiliki tunggakan pajak. Kendaraan itu akan dikembalikan lagi pada pemegangnya saat pajaknya telah dilunasi.

“Bagi kendaraan dinas yang kedapatan masih memiliki tunggakan pajak, kendaraannya akan kami tarik dulu,” tegas Lekok, Rabu (10/8/2022).

Kebijakan itu akan mereka lakukan saat apel kendaraan dinas mendatang. Rencananya, apel kendaraan itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Dengan demikian, masih ada cukup waktu bagi para pemegang kendaraan untuk melunasi tunggakan pajak mereka masing – masing.

“Untuk jadwal kepastian apelnya, silakan ke BPKA (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset)” terangnya.

Sebelumnya, ukannya menjadi contoh yang baik dalam hal pajak, pejabat di ‎di lingkungan Pemkab Lampung Utara malah melakukan sebaliknya. Buktinya, dari 2.400 unit kendaraan dinas, baru 750 unit saja yang telah membayar pajak.

‎”Kalau dipersentasekan, jumlah kendaraan dinas yang sudah bayar pajak mungkin baru menyentuh sekitar 24-an persen,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendapatan Wilayah VI Lampung Utara di Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung, Mustafa Kamil di sela razia Pajak kendaraan bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBN-KB) di kawasan tugu Alamsyah Ratu Perwira Negara, Kotabumi pada pekan lalu.

‎Ia menuturkan, lamanya tunggakan pajak dari ribuan kendaraan dinas itu bervariasi. Ada yang hanya setahun, dan ada juga yang menunggak hingga lima tahun lamanya. Total tunggakan pajak kendaraan – kendaraan dinas itu sangat fantastis karena hampir menyentuh Rp2 miliar.

“Total tunggakan pajak hingga Juni 2023 mencapai Rp1,8 miliar,” katanya.

Feaby Handana