Beranda News Pusiban Sekdaprov Sutono: Lampung Berperan Besar Selamatkan Ekosistem Sumatera

Sekdaprov Sutono: Lampung Berperan Besar Selamatkan Ekosistem Sumatera

271
BERBAGI
Sekdaprov Lampung, Sutono, menyampaikan sambutan dalam diskusi nasional tentang konservasi di Gedung Pusiban Pemprov Lampung, Rabu (25/1/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Provinsi Lampung berperan besar dalam menyelamatkan ekosistem Pulau Sumatera. Hal itu karena di Lampung dua taman nasional dan taman hutan rakyat dengan areal hutan yang luas.

“Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Way Kambas, Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman serta beberapa lokasi kawasan cagar alam, cagar alam laut dan cagar alam krakatau yang mendunia. Kekayaan alam Indonesia merupakan aset dan sumber kehidupan bangsa dan negara,” kata Sekda Provinsi Lampung, Sutono, saat memberikan sambutan dalam diskusi “Menggugat Kawasan Konservasi untuk Sebesar-Besarnya Kesejahteraan Rakyat” di Ruang Abung Balai Keratun,Rabu (25/01/2017).

Diskusi tersebut digelar Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Menurut Sutono, meskipun memiliki kawasan hutan nasional yang luas, tetapi aset tersebut terbatas sehingga harus dikelola serta dipelihara secara benar dan sungguh-sungguh.

“Oleh karena itu, kawasan konservasi Provinsi Lampung juga akan menjadi ekosistem kunci dalam penyelamatan hutan tersisa di Pulau Sumatera,” kata mantan Kadis Kehutanan itu.

Sutono mengajak para pemangku kepentingan untuk memulihkan status populasi sumber daya alam hayati sehingga terhindar dari kepunahan.

“Diskusi ini diharapkan juga dapat menghimpun masukan dari berbagai pihak mengenai konservasi, pemanfaatan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam dalam pembangunan ekonomi dan sosial, serta nilai budaya masyarakat asli di Lampung,” katanya.

Menurut Sutono masukan ini diperlukan dalam rangka mengembangkan strategi untuk ekoturisme, pemanfaatan SDA, dan pengelolaan sumber daya hutan berbasiskan masyarakat secara berkelanjutan.

Sutono mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung berharap agar konservasi ini segera dapat ditindaklanjuti dan merupakan kerangka acuan dalam pengembangan dan pembangunan masyarakat berkenaan dengan kawasan konservasi di wilayah Provinsi Lampung.

Di lain pihak Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Republik Indonesia yang diwakili oleh Agus Yustianto Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam menyampaikan, saat ini kawasan konservasi di Indonesia mencakup area seluas 27,2 juta hektar atau kurang lebih 20% dari luas seluruh kawasan hutan Indonesia (136,88 juta hektare).

Hingga tahun 2009, Pemerintah Indonesia telah menetapkan 527 unit kawasan konservasi darat dan laut. Yakni terdiri atas 50 unit Taman Nasional, 118 unit Taman Wisata Alam, 22 unit Taman Hutan Raya, 24 unit Taman Buru, 248 unit Cagar Alam, 75 unit Suaka Margasatwa. Untuk Kawasan Konservasi Laut, telah ditetapkan 7 unit Taman Nasional, 5 unit Cagar Alam, 2 unit Suaka Margasatwa, 14 unit Taman Wisata Alam.

Kawasan konservasi merupakan salah satu fungsi hutan yang memiliki ciri khas tertentu, dan mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

“Untuk itu peran serta masyarakat adalah salah satu instrumen penting yang harus disertakan. Peran serta masyarakat dapat melibatkan masyarakat adat, masyarakat lokal. Maupun lembaga swadaya masyarakat, “ujar Staf Ahli Menteri.

Diskusi ini dihadiri  Ketua DPRD Lampung, Fokorpimda Provinsi Lampung, SKPD Lampung, akademikus, aktivis NGO , dan tokoh masyarakat.