Beranda News Pusiban Sekjen Kemenag Resmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Lampung

Sekjen Kemenag Resmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Lampung

506
BERBAGI
Sekjen Kemenag, Nur Syamsi, menanatangani prasasti peresmian PTSP Lampung, Selasa (21/8/2018)

Teraslampung.com–Sekjen Kemenag RI Nur Syam meresmikan Gedung PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di Kantor Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Selasa (21/8/2018).

Nur Syam mengapresiasi diresmikannya PTSP yang memiliki 57 layanan melalui pelayanan satu pintu.

“Saya mengapresiasi diresmikan PTSP di Kemenag Provinsi Lampung, meskipun belum seluruhnya bisa dionlinekan tapi kedepan akan diupayakan bisa online semua dan ini adalah salah satu pekerjaan rumah Kakanwil Depag Provinsi Lampung, ” ujarnya saat meresmikan gedung PTSP dan memberikan pembinaan terhadap 311 ASN dilingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Selasa (21/8/2018) diaula kantor Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.

Dengan adanya pelayanan PTSP , diharapkan Kemenag mampu melakukan perubahan secara internal dan masuk ke era e- government, salah satunya teknologi informasi yang didalamnya termasuk PTSP.

“Ke depan harus diupayakan semua pelayanan publik itu harus online, misalnya pelayanan perizinan pesantren, ” jelasnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Suhaili mengatakan PTSP adalah reformasi birokrasi di Kemenag yang merupakan satu item penguatan pelayanan publik.

“PTSP ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat, ” katanya.

PTSP dilayani oleh sekitar 22 petugas secara bergantian dengan 57 layanan dan meliputi 9 kriteria diantaranya: penerbitan ijin, rekomendasi, informasi, konsultasi, legalisir, layanan keagamaan.
Untuk sementara, ada dua pelayanannya melalui one day service (misalnya berupa ijzn, legalisir) dan non one day service (pelayanan yang tidak dapat dilakukan dalam satu hari seperti layanan keagamaan).

“Untuk pelayanan PTSP dengan motto Prima (pasti, ramah, mudah dan amanah) ini masyarakat harus datang langsung ke Ke Kemenag Provinsi Lampung karena belum bisa online,” jelasnya.

 

Loading...