Beranda Politik Seknas Jokowi: Tidak Perlu Ada Menteri dari Kubu Prabowo-Sandi di Kabinet Kerja...

Seknas Jokowi: Tidak Perlu Ada Menteri dari Kubu Prabowo-Sandi di Kabinet Kerja II

270
BERBAGI
Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardy

TERASLAMPUNG.COM — Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade menyebut bukan lagi rahasia soal tawaran kursi menteri dari Joko Widodo kepada Partai Gerindra. Kemudian berita berikutnya muncul 2 nama yakni Sandiaga Uno dan Hasyim Djojohadikusumo adik Prabowo Subianto yang diisukan akan duduk sebagai menterinya Jokowi. Sandi sudah menolak dikaitkan dengan isu akan jadi Menterinya Jokowi.

“Penolakan Sandiaga Uno sudah pas dan bener. Tidak etis jika Sandi menerima tawaran jadi Menterinya Jokowi di Kabinet Kerja II,” kata Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardi, dalam rilis yang dikirim ke redaksi Teraslampung.com, Rabu, 19 Juni 2019.

Menurut Dedy, sudah tidak etis, secara ideologis punya masalah tersendiri bukan hanya Sandi tapi juga politisi yang berasal dari Kubu 02 seperti Partai Gerindra, PAN dan PKS.

“Kita tahu selama proses pemilu berlangsung, Perbedaan menyolok antara Kubu 01 dengan Kubu 02 adalah masalah ideologi. Kubu 01 identik dengan Nasionalisme dan kebhinekaan sedangkan Kubu 02 identik dengan Politik Identitas alias politisasi agama.  Masalah ideologis ini yang jadi pertimbangan utama untuk tidak ada menteri dari kubu 02 di kabinet Jokowi kedepan. Lebih baik pilih calon menteri yang se ideologi dan satu visi dengan Jokowi ketimbang memilih menteri yang beda ideologi dan beda visi. Bisa repot nantinya”, tegas Dedy.

Jokowi sendiri selaku Presiden terpilih telah menyampaikan kriteria menterinya kedepan yakni memiliki kemampuan eksekusi dan kemampuan managerial. Seknas Jokowi sebagai organ relawannya sejak 2014 hingga 2019 memberi saran kepada Jokowi. Memang masalah utama para menteri di kabinet kerja jilid satu adalah masalah eksekutorial dan managerial tapi untuk lima tahun menteri yang dipilih punya satu visi dan satu ideologi dengan Jokowi sendiri.

“Jangan pilih menteri yang malah akan jadi beban nantinya, seperti beberapa menteri yang berada di kabinet kerja saat ini”, pinta Dedy lagi.

Namun, kata Dedy, soal siapa yang akan dipilih sebaiknya dikembalikan kepada Jokowi selaku Presiden terpilih yang memiliki hak prerorgatif.

Loading...