Beranda Teras Berita Sekolah PBB di Gaza Digempur Israel, Belasan Tewas

Sekolah PBB di Gaza Digempur Israel, Belasan Tewas

167
BERBAGI
Seoran anak perrempuan sekolah PBB menjadi korban serangan Israel. (dok AP)
GAZA, Teraslampung.com – Israel terus melancarkan serangan ke Jalaur Gaza. Baru-baru
ini pasukan Israel menggempur sekolah milik PBB yang digunakan untuk
penampungan pengungsi Gaza, sehingga menewaskan setidaknya 15 orang dan melukai
200 orang. Ratusan
warga Palestina yang mengungsi di sekolah yang dikelola PBB di Beit Hanoun menyelamatkan
diri dari serangan Israel.
Ini
keempat kalinya fasilitas milik PBB digempur dalam serangan militer Israel
terhadap militan Hamas. Lebih dari 750 warga Palestina dan 33 warga Israel
tewas sejak serangan militer 8 Juli lalu, yang disebut bertujuan untuk
menghentikan serangan roket Hamas.
 Sebelumnya, Kamis 24 Juli, Kepala Urusan
Kemanusiaan PBB, Valerie Amos, menyatakan suatu gencatan senjata merupakan hal
yang ‘vital’.
“Ada
118.000 orang yang kini mengungsi di sekolah-sekolah PBB … warga kekurangan
makanan. (Ketersediaan) air bersih juga jadi masalah besar,” katanya.
Dikatakan
Amos, serangan ini membuat 44% wilayah Gaza jadi tempat yang tak bisa didatangi
warga Palestina.
PM
Israel Benjamin Netanyahu berdalih setiap jiwa warga Palestina yang tewas “tanggiungjawab
Hamas.” Ia mengaku menyesali kejadian tersebut.

Terdapat tanda gosong di lokasi yang dihantam meriam, lapor kantor berita
Associated Press.
Seorang
pejabat PBB mengatakan, mereka berusaha merundingkan ‘jendela waktu’, atau jeda
dengan tentara Israel untuk membiarkan warga sipil meninggalkan area yang jadi
lokasi pertempuran sengit.
Tetapi,
kata Chris Gunness, juru bicara Badan Bantuan PBB untuk Kemanusiaan dan
Pembangunan Prasarana di Palestina (UNRWA), permintaan itu tak pernah dipenuhi.
Menurut
Angkatan Bersenjata Israel, IDF, peristiwa itu terjadi di tengah pertempuran
“dengan teroris Hamas yang menggunakan prasarana warga sipil dan lambang
internasional sebagai perisai hidup.”

Badan PBB untuk kooordinasi bantuan kemanusiaan (OCHA) menyebut, jalur selebar
3 km yang meliputi 44% Gaza dinyatakan sebagai daerah terlarang oleh militer
Israel. (BBC)

Loading...