Sektor Pertanian dan Peternakan Lampung Tengah Minim Anggaran

  • Bagikan
Supriyanto/Teraslampung.com
Produksi singkong di daerah Sulusuban, Lampung Tengah. 
GUNUNGSUGIH-
Program Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menjadikan komoditas padi, sapi,  dang ubi kayu menjadi unggulan dengan sebutan Lampung Tengah Bumi Disuka (Bumi
Padi, Sapi dan Ubikayu), bukan tanpa alasan. Pasalnya, ketiga komoditas
pertanian tersebut perkembangannya cukup membanggkan, hal ini menjadikan
Lampung Tengah sebagai salah satu daerah sentra padi, sapi dan ubikayu di
Lampung.
Untuk
pengembangan padi, Lampung Tengah (Lamteng) memanfaatkan sawah irigasi teknis,
semi teknis, dan ladang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Tengah
menyebutkan, tahun 2012 luas panen padi sawah mencapai 125.369 hektar (Ha)
dengan produksi 655.352 ton, sedang luas panen padi ladang mencapai 16.952 Ha
dengan produksi sebanyak 56.532 ton. Sementara luas panen ubikayu tahun 2012
mencapai 130.663 H dengan produksi 3.228.835 ton.
Pada
sektor peternakan, khususnya ternak sapi, pengembangnnya terdapat di 28
kecamatan di Lampung Tengah. Tahun 2012 populasi sapi di Lampung Tengah
mencapai 213.875 ekor. Ada lima kecamatan yang menjadi sentra pengembangan sapi
di Lampung Tengah, yakni Kecamatan Seputih Mataram, Seputih Banyak, Seputih
Raman, Seputih Agung dan Kecamatan Terbanggibesar.  
Sayangnya,
program unggulan Lamteng sebagai Bumi Disuka tidak sepenuhnya didukung oleh
anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), atau dapat dikatakan sebagai
program pembangunan tanpa gebrakan. Karena komoditas padi pengembangnnya sudah
menjadi program nasional sebagai mendukung ketahanan pangan nasional,  penguatannya mendapatkan dukungan dana dari
APBN. Sedang ubi kayu, pengembangannya melalui modal mandiri petani untuk
memenuhi kebutuhan industri tapioka yang banyak berkembang di Lampung Tengah.
Sementara
ternak sapi, pengembangannya selain modal sendiri, petani di beberapa kecamatan
di Lampung Tengah telah bekerja sama dengan perusahan penggemukan sapi yang ada
di daerah ini. Padahal, program pembangunan sektor peternakan khususnya sapi merupakan
upaya mendukung swasembada daging nasional.
Peran
pemerintah setempat nampaknya kurang serius dalam memberikan dukungan bagi
peternakan sapi, walaupun sapi merupakan unggulan Lampung Tengah. Terbukti, pada
tiga tahun terakhir penguatan pembangunan sektor peternakan, khususnya pengembangan
sapi, tidak mendapatkan dukungan dana APBD Kabupaten Lampung Tengah.
”Untuk
subsektor peternakan dalam tiga tahun ini kami tidak mendapatkan dana dari APBD
kabupaten,”ungkap Kabid Produksi Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan
Lampung Tengah  Supardi, kepada  Teras Lampung.
Menurutnya,
tahun 2011 pernah mendapatkan dana APBD untuk sub sektor peternakan, tetapi dana
tersebut penggunaannya untuk membangun jalan produksi dan embung. Ternyata,
kegiatan pembangunan jalan produksi dan embung sub sektor peternakan mendapat
teguran dari BPK, karena dinilai salah dalam penggunaan anggaran.
”Pada
APBD 2012 kami mengusulkan anggaran untuk membangun dua Puskeswan, tapi usulan itu
di tolak. Kami diminta untuk membuat embung dan jalan produksi. Tentu saja kami
tidak mau karena itu bukan menjadi kebutuhan peternakan dan disalahkan BPK.
Selama ini kami hanya melaksanakan program APBD Provinsi
Lampung,”tandasnya.   

  

  • Bagikan