Beranda Hukum Kriminal Selain Curi Obat dan Alat Suntik di RSUAM, Anggota DPRD Bandarlampung Terbukti...

Selain Curi Obat dan Alat Suntik di RSUAM, Anggota DPRD Bandarlampung Terbukti Gunakan Narkoba

29
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung Kombes Hari Nugroho menjelaskn status Nizar Romas, Jumat (22/7).

Zainal Asikin| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Hasil tes urine tersangka Nizar Romas, oknum anggota DPRD Bandarlampung yang melakukan pencurian obat-obatan dan alat suntik di Rumah Sakit Umum Abdul Moelok (RSUAM), terbukti menggunakan narkoba jenis ganja, sabu-sabu dan ekstasi.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho, mengatakan pengungkapan kasus tersangka Nizar terus dilakukan, hasil pemeriksaan tes urine terhadap anggota DPRD Bandarlampung, Nizar Romas sudah didapatkan. Hasilnya postif, Nizar terbukti menggunakan narkoba tiga jenis narkoba.

“Jadi hasil tes urine positif, ada tiga jenis narkoba yang digunakan tersangka Nizar. Untuk jenis narkoba apa yang digunakan, tanyakan saja langsung sama Kasat Reserse Narkoba,”kata Hari saat ditemui di Mapolresta, Sabtu (23/7/2016).

Menurutnya, petugas sudah melakukan penelusuran barang bukti narkoba, namun belum ditemukan.

“Sampai saat ini petugas masih terus melakukan penyidikan terhadap Nizar, terkait dari mana tersangka mendapatkan barang haram tersebut,” katanya.

Hari mengatakana, motif pencurian yang dilakukan Nizar di RSUM di bawah pengaruh obat penenang yang digunakan. Selain itu, ada jug unsur kesengajaan.

“Buktinya, dia  dua kali mencuri di RSUAM. Alasan tersangka melakukan pencurian karena dalam kondisi sakit. Tapi dari hasil pengecekan kesehatan, Nizar tidak memiliki riwayat penyakit,” tuturnya.

Menurut Hari, ada kemungkinan Nizar mencuri di bawah pengaruh narkoba.

“Yang jelas, kasusnya masih terus didalami. Karena sampai saat ini, Nizar belum bersedia diperiksa masalah narkobanya,”ujarnya.

Dikatakannya, dari beberapa obat-obatan yang dicuri Nizar dari RSUAM, ada salah satu obat penenang yang didalamnya mengandung unsur narkobanya. Hal tersebut terbukti, setelah dilakukan pengecekan.

“Dugaannya, Nizar ini memang sudah sering membeli obat-obat tersebut yang di dalamnya ada unsur narkoba,”terangnya.

Dikatakannya, mengenai adanya penangguhan penahanan, sampai saat ini tidak ada dan Nizar masih tetap dilakukan penahanan.

Sementara Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Mantoni Tihang mengatakan, hasil pemeriksaan tes urine terhadap Nizar sudah didapatkan, terbukti tersangka Nizar posotif menggunakan tiga jenis narkoba.

“Tiga jenis narkoba yang dipakai Nizar yakni ganja, sabu-sabu dan ekstasi.
Saat ini kami masih menunggu hasil uji lab dari BNN, setelah itu akan segara kami kirimkan ke BNN pusat,”kata Mantoni.

Dikatakannya, sampai saat ini Nizar belum dilakukan pemeriksaan terkait masalah narkoba, karena tersangka belum bersedia untuk diperiksa dan meminta untuk didampingi kuasa hukumnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Satreskrim Polresta Bandarlampung, telah menetapkan anggota DPRD Bandarlampung, Nizar Romas sebagai tersangka atas kasus pencurian obat-obatan dan alat suntik di ruang bedah wanita ‘Ruang Mawar’ Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM). Polisi langsung menahan Nizar, di rumah tahanan (Rutan) Mapolresta Bandarlampung, pada Jumat (22/7/2016).

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho mengatakan, penyidik sudah melakukan gelar perkara kasus oknum anggota DPRD Bandarlampung, pada Kamis (21/7/2016) malam. Dari hasil gelar perkara tersebut, memenuhi unsur sehingga kasusnya dari penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan.

“Yang bersangkutan (Nizar), sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan,”kata Hari saat ditemui di Mapolda Lampung, Jumat (22/7/2016) sore.

Dikatakannya, penyidik menjerat Nizar dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).

Diketahui, Nizar tertangkap tangan sedang mencuri obat-obatan dan alat suntik, di ruang bedah wanita ‘Ruang Mawar’ Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), pada Kamis (21/7/2016) dinihari.

Aksi pencurian tersebut, dipergoki oleh salah seorang perawat yang melihat Nizar tengah mencuri. Sontak saat itu juga langsung berteriak, petugas keamanan (Satpam) RSUAM menangkap Nizar di dekat ruang IGD saat berusaha melarikan diri.

Pihak RSUAM kemudian menyerahkan Nizar ke Mapolsekta Kedaton dengan beberapa barang bukti obat-obatan dan alat suntik yang dicuri dan senjata api jenis airsofgunt miliknya.
Pada Kamis siang, pemeriksaan terhadap Nizar dipindahkan ke Mapolresta Bandarlampung.