Beranda Hukum Kriminal Selain Edarkan Sabu, Aleksander Juga Tersangka Jambret di 10 TKP

Selain Edarkan Sabu, Aleksander Juga Tersangka Jambret di 10 TKP

258
BERBAGI
Tersangka Aleksander saat mempraktekkan cara tetsangka saat melakukan aksi penjambretan.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Tersangka pengedar dan pemakai sabu-sabu, Aleksander alias Alek yang ditangkap petugas Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Tanjungkarang Barat bersama dengan rekannya Winardi alias Wiryo, ternyata juga menjadi tersangka kasus penjambretan yang sudah beraksi di 10 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Bandarlampung.

“Tersangka Aleksander alias Alek ini, selain edarkan narkoba tersangka juga merupakan tersangka penjambretan yang sudah 10 kali beraksi di Kota Bandarlampung,”ujar Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono, Selasa (13/6/2017).

Harto mengutarakan, 10 TKP aksi penjambretan tersangka diantaranya adalah, di daerah Kemiling, Jalan Radin Intan, Jalan Kartini, Lungsir, lalu dekat Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM), dekat SDN Persit, Kantor Gubernur, PKOR, Garuntang dan Pahoman.

“Dari 10 kali aksi penjambretannya itu, dilakukan tersangka Alek selama dua bulan terakhir (Februari-Maret 2017),”ungkapnya.

Dikatakannya, sasaran penjambretan tersangka Alek, seorang wanita yang sedang mengendarai motor sendirian saat melintas di jalan sepi. Selain itu juga, anak-anak sekolah yang sedang main ponsel di pinggir jalan.

Tersangka Alek, kata Harto, melakukan aksinya sendirian dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BE 4978 YX miliknya. Pada saat beraksi, tangan kanan tersangka memegang gas motor dan tangan kirinya merampas barang berharga milik korban.

“Barang yang dirampas tersangka Alek, berupa tas dan ponsel. Namun mayoritas ponsel, dan barang hasil curian itu dijual tersangka di media online laman jual beli OLX,”terang alumnus Akpol 2005 ini.

Di hadapan petugas dan awak media, Aleksander alias Alek mengakui, bahwa dirinya sudah 10 kali melakukan aksi penjambretan di Kota Bandarlampung. Barang-barang yang dijambret, rata-rata ponsel dan barang hasil rampasan itu sudah ia jual semua di akun jual beli OLX. Uang tersebut, sudah ia gunakan untuk membeli sabu-sabu.

“Sebelum menjambret, saya konsumsi sabu-sabu terlebih dulu. Hal itu saya lakukan supaya berani,”ucapnya.

Menurut pria pengangguran ini, ia melakukan aksi penjambretan itu sendirian, dan beraksi saat malam hari. Dari 10 kali aksinya itu, aksi terkahir yang dilakukannya menjambret ponsel milik anak-anak di depan Samsat Rajabasa.

“Ponsel itu saya jual seharga Rp 900 ribu di OLX, dan uangnya sudah habis saya gunakan untuk beli sabu-sabu dan poya-poya,”ungkapnya.

Loading...