Selama 2016 Kejari Kotabumi Tangani Empat Kasus Korupsi

  • Bagikan
Kepala Kejari Kotabumi, Yusna Adia

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Sepanjang tahun 2016 Kejaksaan Negeri Kotabumi, Lampung Utara menangani setidaknya empat perkara korupsi. Keempat perkara itu terdiri dari dua perkara dari hasil penyidikan Kejaksaan dan dua perkara pelimpahan hasil penyidikan Polri.

“Ada empat perkara korupsi yang ditangani bidang pidana khusus Kejaksaan sepanjang tahun ini yakni dua dari Kejaksaan dan dua lagi dari pelimpahan Polres. Sementara ini, total uang negara yang diselamatkan Rp11.511.550,” kata Kepala Kejari Kotabumi, Yusna Adia yang didampingi oleh seluruh petingginya dalam press gathering capaian kinerja jajarannya, Kamis (8/12/2016).

Sementara untuk bidang intelijen, terus Yusna, capaian kinerja yang dilakukan pada tahun ini ialah melakukan penyelidikan, pelacakan aset terhadap para tersangka korupsi alat kesehatan di RS Ryacudu, pengawasan aliran kepercayaan masyarakat, melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS), penyelenggaraan Pembentukan TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah)‎ serta penyuluhan dan penerangan hukum.

“Pada bidang pembinaan, kami sudah melelang barang sitaan negara dan memperoleh penerimaan bukan pajak dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp613.856.958. Uangnya sudah disetorkan ke kas negara,” urainya.

Sedangkan pada bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, imbuh dia lagi, jajarannya telah mengembalikan uang negara dari pihak rekanan ke Dinas Pekerjaan Umum Lampung Utara sebesar Rp382.994.162. Selain itu, pihaknya juga membantu upaya pengembalian permasalahan nasabah pada Perusahaan Daerah Lampura niaga dengan hasil sebesar Rp46,4 juta.

Adapun pada bidang pidana umum, Yusna menguraikan, sedikitnya ada 350 perkara yang telah dinyatakan P-21. Dengan rincian, tindak pidana terhadap orang dan harta benda sebanyak 184 perkara, tindak pidana terhadap keamanan negara dan ketertiban umum 9 perkara.

“Lalu, tindak pidana umum lainnya sebanyak 138 perkara dan perkara anak sebanyak 19 perkara,” tutur dia.

  • Bagikan