Beranda Hukum Kriminal Selama Empat Bulan, Risky Sudah Bobol Rumah Kosong di 16 TKP

Selama Empat Bulan, Risky Sudah Bobol Rumah Kosong di 16 TKP

521
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Salah satu tersangka sepesialis pencurian bobol rumah kosong, Risky Pratama (18), warga Jalan Kota Raja, Kelurahan Gunung Sari, Tanjungkarang Pusat yang ditangkap Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, Sabtu 26 Mei 2018 dinihari lalu sekitar pukul 02.30 WIB, tercatat sudah beraksi di 16 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Bandarlampung.

Dari penangkapan tersangka, polisi menyita barang hasil curian berupa Satu unit laptop, ponsel, tas wanita, satu potong kaos dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna biru BE 8686 AU milik tersangka yang digunakan tersangka saat melakukan aksi pencurian. Sepeda motor yang disita, dibeli tersangka Risky dari hasil melakukan serangkaian aksi pembobol rumah kosong.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, tersangka Risky merupakan pelaku sepesialis pelaku pencurian bobol rumah kosong. Tersangka ditangkap, setelah petugas melakukan serangkian penyelidikan dan olah TKP berdasarkan atas laporan dari salah satu korbannya yang tinggal di Jalan Dipo, Kelurahan Gunung Sari, Tanjungkarang Pusat pada Februari 2018 lalu.

“Setelah petugas melakukan serangkian penyelidikan dan olah TKP, Risky salah satu pelaku spesialis pencurian bobol rumah kosong dan sebagai otak pelaku berhasil ditangkap di rumahnya. Sedangkan untuk rekannya berinsial A, saat ini masih dalam pencarian petugas,”ujarnya, Senin 28 Mei 2018.

Menurutnya, Selain melakukan aksi pencurian di Jalan Dipo, Kelurahan Gunung Sari. Aksi pencurian lainnya yang dilakukan kedua tersangka, yakni di wilayah Tanjungkarang pusat yang terekam kamera CCTV dan video rekamannya sempat viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu.

Dari rumah korban, kata mantan Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah ini, tersangka Risky dan rekannya berinsial A (DPO), berhasil menggasak satu unit ponsel, uang tunai dan kartu ATM. Dari kartu ATM tersebut, kedua tersangka menguras seluruh uang milik korban dikarenakan PIN ATM itu masih menempel di buku tabungan.

“Tersangka Risky dan rekannya A, masuk ke rumah korban melalui pintu belakang dengan merusak kunci grendel menggunakan alat linggis dan obeng. Sementara alat yang digunakan untuk merusak pintu dan jendela, masih dalam pencarian karena dibawa tersangka A,”ungkapnya.

Harto mengutarakan, Dari hasil pemeriksaan, sejak empat bulan terakhir setidaknya ada 16 TKP aksi pencurian yang dilakukan tersangka Risky dan rekannya A (DPO). Keduanya melakukan pencurian di wilayah Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Barat dan Tanjungkarang Timur. Semua aksi pencurian tersebut, dilakukan kedua tersangka pada saat menjelang subuh.

“Dari 16 TKP itu, kedua tersangka berhasil mengambil uang tunai hingga puluhan juta rupiah dan barang berharga lainnya dari rumah para korbannya. Untuk dugaan adanya TKP lain, masih dilakukan penyelidikan,”terangnya.

Modus pencurian yang dilakukannya, lanjut Harto, tersangka pergi bersama mengendarai sepeda motor berboncengan, lalu mencari rumah kosong atau sedang ditinggal pergi oleh pemiliknya yang jadi target sasaran pencuriannya. Setelah dipastikan rumah tersebut dalam kondisi kosong, mereka langsung masuk ke rumah korbannya dengan cara membongkar kunci pintu rumah atau jendela.

“Begitu berada di dalam, kedua tersangka langsung menggasak uang tunai serta barang berharga lainnya milik korban. Barang-barang hasil curian itu, sudah dijual tersangka dan uangnya digunakan mereka untuk berpoya-poya bersama wanita,”pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Risky harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandarlampung dan tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun.

Loading...