Selama Enam Bulan di Bandarlampung Harganya Sama, Ini Beda Pertalite dengan Premium

  • Bagikan
SPBU Pertamina/ilustrasi@Pertamina

TERASLAMPUNG.COM — Mulai Minggu (14/3/2021) PT Pertamina meluncurkan Program Langit Biru. Ini adalah program untuk mengganti pemakaian bahan bakar minyak (BBM) premium ke pertalite. Tujuannya: agar lingkungan lebih baik karena gas buang akan berkurang.

BACA: Berlaku Enam Bulan, Mulai Hari Ini di Bandarlampung Harga Pertalite Sama dengan Premium

Harga pertalite pun pada hari ini dijual dengan harga yang sama dengan premium (Rp6.450/liter).

Sebelumnya, harga pertalite di Lampung Rp7.850/liter, sedangkan harga premium lebih murah, yaitu Rp6.450/liter. Dari 39 stasiun pengisian BBM untuk umum (SPBU) di Bandarlampung, hanya tiga SPBU yang masih menjual premiunm. Yaitu SPBU Panjang, SPBU Jalan Pramuka, dan SPBU Wayhalim Bypass.

Dari 36 SPBU yang tidak lagi menjual premium, hanya 27 yang menjual pertalite seharga premium. Artinya, ada 9 SPBU yang masih menjual pertalite dengan harga normal (Rp7.850/liter).

Premium memiliki nilai oktan 88, sedangkan pertalite memiliki RON 90, pertamax sebesar 92, dan pertamax plus sebesar 95. Nilai ini menunjukan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.

Semakin tinggi nilai oktannya, maka BBM lebih lambat terbakar, sehingga tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerjanya. Bahan bakar beroktan tinggi cocok digunakan dengan kendaraan yang menggunakan kompresi tinggi.

Berikut perbedaan Pertalite dengan Premium:

Pertalite

Pertalite merupakan salah satu produk andalan PT Pertamina. Diluncurkan pada  24 Juli 2015 lalu. Di Lampung, pertalite mulai dijual pada 6 Oktoter 2015. Meskipun harganya lebih mahal dibanding premium, banyak konsumen lebih memilih pertalite karena oktannya lebih tinggi (90) dibanding premium (88).

Berwarna hijau jernih, pertalite merupakan bahan bakar gasoline yang memiliki kadar Research Octane Number (RON) 90. Bahan bakar minyak (BBM) jenis ini cocok untuk kendaraan bermotor dengan kompresi 9:1 hingga 10:1.

Sebelum resmi dipasarkan enam tahun lalu, pertalite sudah mengikuti proses uji laboratorium serta izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) dan berbagai asosiasi.

Premium

BBM jenis ini memiliki oktan minimal 88. Mulai dipasarkan sejak 2006, produksi premium  sesuai Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tentang Spesifik Bahan Bakar Minyak.

Beberapa tahun sebelum Pertamina meluncurkan Program Langit Biru untuk mengganti pemakaian premium dengan pertalite, stok premium di SPBU sudah berkurang. Para petugas SPBU biasanya akan mengarahkan pemilik kendaraan bermotor yang hendak mengisi BBM dengan pertalite.

BBM jenis premium memiliki warna kuning cerah. Warna tersebut berasal dari zat pewarna tambahan (dye). Sementara itu, Pertamax yang berwarna biru kehijauan, dan Pertamax Plus yang berwarna merah tidak menggunakan pewarna tambahan, sehingga pembakarannya lebih sempurna.

 

Loading...
  • Bagikan