Selama Enam Jam, Gunung Merapi Alami Gempa 39 Kali

  • Bagikan
Penampakan Gunung Merapi pada Senin pagi (10/5/2021). Foto: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)
Penampakan Gunung Merapi pada Senin pagi (10/5/2021). Foto: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)

TERASLAMPUNG.COM — Selama enam jam sejak Senin dini hari (10/5/2021) pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DIY mengalami gempa 39 kali. Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gempa itu memiliki amplitudo tiga sampai 17 mm selama 12-65 detik..

“Selain gempa guguran, Gunung Merapi juga tercatat mengalami satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3 mm selama 62 detik,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, melalui keterangan tertulisnya, Senin (10/5/2021).

Berdasarkan pengamatan visual, kata Hanik, Gunung Merapi empat kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak maksimal 700 meter ke arah barat daya.

“Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah,” kata dia.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Sebelumnya, BPPTKG menyatakan aktivitas Gunung Merapi masih tinggi berdasarkan pengamatan 30 April sampai 6 Mei 2021, sehingga belum ada perubahan status.

“Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” kata Hanik Humaida.

.com/t/e/teraslampung.com.1193498.js" async>
  • Bagikan