Selamat Jalan Ivan Sumantri Bonang….

  • Bagikan
Ivan Bonang (Foto: Istimewa/dok)

Jauhari Zailani

Pagi, ada kabar “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Ivan telah berpulang…..”

Sata terpaku, kehilangan kata. Oh, satu lagi sahabatku meninggal. Ivan Sumantri Bonang adalah seorang pejuang dalam arti yang sesungguhnya. Dia mendirikan Rumah Dongeng Dakocan, komunitas pendongeng di Bandarlampung. Ia dan istrinya, Iin Mutmainah,mendongeng di banyak daerah di Lampung dan berbagai daerah di Indonesia hingga Papua.

Kiprahnya mendongeng bukan semata untuk hiburan, tetapi melalui dongeng ia mengajak guru-guru untuk menerapkan dongeng dalam penddidikan. Dengan dongeng, guru dapat menyampaikan nilai-nilai kepada murid dengan menyenangkan. Mendidik tanpa mengajari. Katanya, saya kutip dari berita Antara, “Cara mengajarkan anak tentang sesuatu, baik moral, karakter, pengetahuan dan lainnya sangat efektif disampaikan lewat proses bercerita atau mendongeng.”

Ia mengemukakan bahwa saat ini memang era modern dengan semua peralatan digital, namun pola mengajar melalui mendongeng jangan sampai ditinggalkan.

Soalnya ada yang tidak bisa ditukar dengan program komputer, yakni komunikasi dua arah langsung antara pendongeng, guru, atau orang tua yang melibatkan emosi dan anak didik,” jelasnya.
Ia juga bersama Polisi mendongeng di daerah konflik. Ketika ia ke Papua, ia harus menembus daerah-daerah yang sedang bergolak. Dalam suatu kesaksian, ia dan rombongan harus melewati dengan tegang.

Sebelum sampai jembatan, satu rombongan di mobil harus tiarap. Ketika melintasi jembatan, mobil tancap gas. Bahkan tak peduli jika harus ada yang tertumbur.  Lebih tegang lagi, ia melihat polisi-polisi yang mengawalnya siap tembak. Selama melintasi jembatan mobil ngebut dan polisi-polisi siap baku tembak. Bahkan, saat mobil di setop warga, mereka dalam kondisi tiarap di mobil, dan polisi siap tembak. Meski sang penghadang tidak bersenjata, tetapi di kanan kiri hutan “mana tahu”…..katanya.

Hebatnya, Ivan seiring sejalan dengan istrinya Iin Mutmainah, dalam Komunitas Dongeng Dakocan sehingga rumah tangganya menjadi eksperimen dan media pembelajaran materi-materi dongengnya.
Anak-anaknya tumbuh dengan berbahagia bersama dua orang pendidik sejati. Ada yang menjadi seniman seperti orangtuanya Nadia, membaca puisi dan main musik. Bahkan Nadia sudah berulangkali memenangkan lomba tingkat nasionan. Anaknya yang laki, sebagai pemain bola…..sudah ikut seleksi di tingkat nasional.

Selamat Ivan. Semoga amal usahamu menjadikan Allah sayang kepadamu. Hingga Allah ingin dekat dekat denganmu. Salam.

  • Bagikan