Beranda Ruwa Jurai Semarakkan Ramadan, GP Ansor Terjunkan Belasan Dai Muda

Semarakkan Ramadan, GP Ansor Terjunkan Belasan Dai Muda

219
BERBAGI

BLAMBANGAN UMPU, Teraslampung.com – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, Lampung, menerjunkan 14 dai muda yang siap mengisi acara Safari Ramadan. Kegiatan yang dimotori Rijalul Ansor ini menjadi bagian dari langkah kaderisasi sebagai pendakwah.

“Dengan menggelar Safari Ramadan kami berdayakan kader-kader muda Ansor yang memiliki kemampuan sebagai mubalig untuk dapat belajar mengasah kemampuannya,” ujar Ketua PAC Rijalul Ansor Kecamatan Bumiagung Hasyim Asy’ari selaku penanggung jawab kegiatan tersebut di Blambangan Umpu, Sabtu (12/7).

GP Ansor Way Kanan, kata Hasyim, memiliki program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) yang dipimpin Gatot Arifianto. Program itu berorientasi pada tercapainya penyebaran pendidikan dan pengetahuan Ahlus Sunnah wal Jamaah bagi publik serta mendorong semangat wirausaha bagi kader dan masyarakat.

Safari Ramadan digelar di 14 masjid di empat kecamatan. Di Kecamatan Bumiagung dilakukan di Kampung Karangdadi, Wonoharjo, Srinumpi, Bumiagung, Sukamaju, Bumi Say Agung, Pisang Indah, dan Tanjung Dalom.

Adapun di Kecamatan Buaybahuga berlangsung di Kampung Sukadana, Bumiharjo, Sukaagung, Sritunggal dan Lebunglawe. Di Kecamatan Bahuga digelar di Kampung Saptorenggo, Bumiagung Wates dan Serdangkuring.Sedangkan  di Kecamatan Waytuba dipusatkan di  Kampung Bukitgemuruh.

“Kegiatan safari ini juga didukung oleh Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shuffah Blambangan Umpu dengan memberikan suvenir berupa jam dinding bagi masjid yang dituju sekaligus mengumumkan jika Yayasan Shuffah membuka diri jika ada anak yatim ingin diasah dan diasuh mereka,” tambah Hasyim.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Supri Iswan menegaskan, kader adalah ruh organisas. Sebab itu, kata dia, kaderisasi menjadi sebuah keniscayaan.

“Kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, maka pemimpin pada masanya harus menanam. Hal tersebut merupakan inti dari kelanjutan perjuangan Ansor ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan Ansor dapat bergerak dan melakukan tugas sosial kemasyarakatan dan keorganisasiannya dengan baik dan dinamis,” kata Supri. (Aan Frimadona Rosa)

Loading...