Beranda Teras Berita Sembilan DPW PKB Capreskan Mahfud M.D.

Sembilan DPW PKB Capreskan Mahfud M.D.

23
BERBAGI
Mahfud MD

Bandarlampung, teraslampung.com–Sembilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepakat untuk mengusung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD sebagai capres tunggal dari PKB. Kesepakatan tersebut dideklarasikan dalam sebuah acara Silaturahmi Prof. Dr.Mahfud M.D. dan Alim Ulama DPW PKB Lampung, di Bandarlampung, Senin (3/3).

“Hari ini kami memastikan bahwa sembilan DPW PKB beserta ulama dan kiai se-Provinsi Lampung secara bulat untuk mencalonkan satu capres, yakni Pak Mahfud MD. Mulai hari ini, kita hanya mengenal satu capres dari PKB yakni kader terbaik partai, yaitu Mahfud MD,”  kata Ketua DPW PKB Lampung, Musa Zainuddin.

Sembilan DPW yang menandatangani kesepakatan tersebut yakni DPW Lampung, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Aceh, Jawa Tengah, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur.

Musa Zaenuddin menegaskan, penetapan tersebut merupakan langkah maju dari dinamika sebelumnya ketika masih ada tiga nama yang disebut-sebut akan menjadi capres PKB yakni Rhoma Irama, Mahfud MD dan Jusuf Kalla.

Musa menyerukan seluruh pengurus dan kader partai untuk menyosialisasikan Mahfud MD dalam berbagai kegiatan kampanye sebagai capres tunggal PKB hingga ke massa akar rumput.

“Kesepakatan inu nantinya akan kami sampaikan kepada Ketua Umum DPP PKB di Jakarta, sehingga DPP diharapkan bisa segera memutuskan agar hasil pertemuan yang difasilitasi DPW Lampung itu bisa menjadi keputusan strategis dan menguntungkan PKB terutama menjelang pemilu legislatif,” ujarnya.

Saat memberikan sambutan atas penetapannya sebagai capres PKB, Mahfud MD mengungkapkan terima kasih kepada kader PKB, para ulama, NU,dan pendukung di luar PKB.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga PKB dan Nahdlatul Ulama atas kesadaran penuh dan kesungguhannya menyampaikan aspirasi untuk mendorong saya menjadi capres,” kata dia.

Mahfud menyatakan ia akan bekomitmen membangun dan menyelamatkan bangsa dari kehancuran. Untuk itu pihaknya berjanji akan memperjuangkan nasib bangsa kalau terpilih sebagai presiden.

“Kalau kita menjadi bagian dari kekuasaan, kita bisa memperbaiki sistem negara dari dalam. Namun, kalau saya gagal dan tidak memberi manfaat apa-apa, saya akan keluar dari sistem kekuasaan,” tegasnya. (Siti Qodratin Aulia)