Beranda Hukum Korupsi Sembilan Saksi Diperiksa Dalam Sidang Lanjutan Zainudin Hasan

Sembilan Saksi Diperiksa Dalam Sidang Lanjutan Zainudin Hasan

443
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM—Jaksa (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan sembilan saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan fee proyek Dinas PUPR Lamsel dengan terdakwa mantan Bupati Lamsel Zainudin Hasan di Pengadilan Tipikor PN Tanjungkarang, Senin (25/2/2019).

Sembilan saksi diperiksa secara marathon oleh lima majelis hakim dan jaksa (PU) KPK.

Kesembilan saksi yaitu, Gatot Suseno selaku Komisaris PT Bara Mega Citra Mulia (BMCM), Rudi Topan (Direktur CV Mitra Karya), Ghofur (pengawal pribadi Zainudin Hasan), Mita Andriana Sari (Kepala Keuangan PT Mitra Buana Bahari), Andi Ahmad Yani (Sales Manager PT Diamond Motor), Heri Wijaya (Manager PT Taruna Mobil), Dewi Anggraeni (Sales Auto Bahari), Komaruddin (pengusaha) dan Suryanto (pengusaha).

Dalam pemeriksaan saksi,  Gatot Suseno yang merupakan komisaris PT Bara Mega Citra Mulia (BMCM)  banyak  tidak mengetahui aktivitas perusahaan pertambangan yang ada di Kalimantan Selatan itu .

“Apakah anda mengetahui kalau PT  BMCM itu milik kakak terdakwa yakni Zulkifli Hasan yang memiliki izin pengelolaan hutan?” tanya jaksa Ariawan.

“Saya tidak tahu pak jaksa,”  jawab Gatot.

Saksi Gatot juga mengaku tidak mengetahui soal dirinya digaji oleh PT. BMCM danPT. Jhonlin.

“Saya tidak tahu pak jaksa,yang jelas direkening saya  ada  yang transfer Rp100 juta/bulan,”kata Gatot yang juga berprofesi sebagai seorang dokter pribadi.

Gatot yang diangkat sebagai komisaris sejak tahun 2011, mengakui tidak mengetahui soal rapat RUPS dan aktivitas perusahaan .

“Saya tidak tahu soal RUPS yang memecat saya,”ujarnya.

Atas jawaban Gatot, jaksa KPK Ariawan mengaku tidak puas.”Kok dari tadi jawaban saudara tidak tahu saja.apakah saudara tahu kalau anda dimanfaatkan oleh terdakwa dan tabungan mandiri anda digunakan terdakwa , apakah saudara  tahu resikonya dari perbuatan anda?” tanya jaksa kepada Gatot yang hanya diam saja.

Gatot hanya mengaku,sejak terdakwa terkena OTT oleh KPK, transferpun berhenti.”Sudah tidak ditransfer lagi pak,” jelasnya.

Jaksa Penuntut Umum KPK Ariawan, menjelaskan terdakwa Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan menerima gratifikasi uang dari rekening Bank Mandiri atas nama saksi Gatot Suseno sejak Februari 2016-Juli 2018.

Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan menerima uang dari Gatot Suseno, yang totalnya mencapai Rp 3,162 miliar.

Mas Alina Arifin

Loading...