Sembunyi di Kolong Jembatan, Pencuri di Rumah Perwira Polisi Dihadiahi Timah Panas

  • Bagikan
Tim Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung membawa tersangka Riyan Sputra (26), buronan pelaku pencurian di rumah perwira polisi Polda Lampung yang dihadiahi timah panas di kedua kakinya. (Foto: Ist)
Tim Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung membawa tersangka Riyan Sputra (26), buronan pelaku pencurian di rumah perwira polisi Polda Lampung yang dihadiahi timah panas di kedua kakinya. (Foto: Ist)

Zainal Asikin I Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Dua tahun buron, Riyan Saputra (26), pelaku pencurian di rumah perwira polisi Polda Lampung AKBP Betty Luvieta pada 2019 lalu, akhirnya dibekuk tim Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung saat bersembunyi dikolong jembatan di kawasan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, pada Selasa (27/4/2021) sore lalu sekira pukul 15.30 WIB.

Polisi mengaku, warga Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, ini kedua kakinya “dihadiahi” timah panas karena berusaha kabur dan melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat dikonfirmasi membenarkan terkait penangkapan Riyan, yakni buronan pelaku pencurian di rumah perwira polisi Polda Lampung.

“Ya benar, tersangka ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Tanjungkarang Pusat yakni di bawah kolongan jembatan,”ujarnya kepada teraslampung.com, Kamis (29/4/2021).

Pada saat akan dilakukan penangkapan, kata Pandra, tersangka berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan dengan melempari petugas menggunakan batu. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur, dengan menembak kaki tersangka.

“Tersangka melawan saat akan ditangkap, terpaksa petugas melumpuhkan tersangka Riyan dengan timah panas di kedua kakinya,”ungkapnya.

Dari penangkapan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa dua unit ponsel milik korban, dompet berisi identitas korban, serta satu pucuk senjata api rakitan milik tersangka berikut tiga butir amunisi aktif dan satu buah kunci leter T berikut 5 anak kunci.

Pandra mengatakan, aksi pencurian yang dilakukan tersangka Riyan di rumah korban yakni perwira polisi di Jalan Padjadjaran, Kelurahan Jagabaya II, Wayhalim, Bandar Lampung dilakukan 2019 lalu sekira pagi subuh. Saat itu rumah korban dalam keadaan sepi, karena korban dan keluarganya sedang menjalankan sholat subuh di masjid yang tidak jauh dari rumah korban.

“Tersangka masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel pintu lantai dua, lalu menggasak barang-barang berharga milik korban berupa ponsel dan dompet berisi uang tunai,”terangnya.

Polisi Menyamar Jadi Pemulung 

Setelah melakukan aksinya, tersangka Riyan kabur pulang ke kampung halamannya di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Selama dua tahun pelariannya, petugas mendapatkan informasi jika tersangka Riyan kembali lagi ke Bandarlampung dan bersembunyi di bawah kolong jembatan di Kawasan Jalan Radin Inten, Tanjungkarang Pusat.

“Begitu lokasi persembunyiannya diketahui, tim Resmob Subdit III Jatanras melakukan penyamaran sebagai pemulung untuk menangkap tersangka,”kata Pandra.

Saat berada di bawah aliran kali Jembatan, petugas yang melakukan penyamaran mendapati tersangka sedang memasak makanan di bawah kolong jembatan. Mengetahui yang datang bukanlah pemulung, tersangka Riyan melarikan diri dan berusaha melawan dengan melempari petugas menggunakan batu. Petugas, kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kaki tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan, Riyan adalah residivis kasus curanmor tahun 2016 silam. Tersangka mengakui perbuatannya melakukan pencurian di rumah korban perwira polisi, aksi itu dilakukan seorang diri. Saat ini kasusnya masih dikembangkan, untuk mengungkap adanya TKP lain dan pelaku lainnya,”tandasnya.

  • Bagikan