Semifinal Piala Dunia: Brasil Bisa Menang Tipis

  • Bagikan

Oleh Ari Pahala Hutabarat

Duel maut antara dua raksasa sepakbola akan berlangsung dini hari nanti (pukul 03.00 WIB) di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, antara Brasil dan Jerman. Ini adalah pertandingan pertama di babak semi-final Piala dunia 2014. Mayoritas pengamat memprediksi Jerman akan memenangkan pertandingan ini. Sebabnya jelas, karena Brasil tak diperkuat kaptennya, Thiago Silva, yang terkena akumulasi kartu kuning dan absennya sang super star, Neymar.

Absennya Silva diprediksi akan membuat pertahanan Brasil kehilangan keseimbangan. Silva dianggap pemain kunci bukan hanya karen Scolaria keterampilan dan kedisiplinannya menjaga area pertahanan, tetapi ia juga adalah motivator yang berperan menjaga ‘pertahanan psikologis’ skuad tim Samba.

Kesialan Brasil yang paling besar adalah cederanya Neymar. Ia bukan hanya predator brasil yang paling ganas saat ini–ia juga adalah sebuah ikon. Brasil adalah Neymar dan Neymar sama dengan Brasil. Tim samba saat ini dibuat dengan Neymar sebagai poros utamanya. Komposisi anggota tim, skema, strategi, dan distribusi bola semuanya disusun Scolari untuk melayani Neymar semaksimal mungkin. Karena itu Neymar-sentris terbentuk dan menjadi niscaya. Meskipun sejauh ini Brasil mampu mendayagunakan pola tersebut, tapi saat Neymar tak ada–berarti pola tersebut otomatis mati dan harus diubah.

Ketergantungan Brasil terhadap Neymar ini yang sesungguhnya menjadi kelemahan utama tim yang mengusung filosofi Jogo Bonito ini. Ruang kreasi para gelandang seperti dibatasi oleh sebentuk marka yang tak boleh dilampaui. Visi bermain Hulk dan Oscar CS jadi lebih mudah terbaca lawan. Bola-bola kerap terlalu sering langsung dilambungkan ke depan oleh David Luiz atau Silva–untuk kemudian digulirkan Neymar–yang biasanya langsung saja dijegal oleh bek lawan. Karena itu, Scolari berjanji bahwa di partai amat menentukan ini ia berencana memainkan skema berbeda dan yang pasti ampuh guna menutupi ketakhadiran Neymar dan Silva.

Untuk mengganti Silva, kemungkinan besar akan dipasang Dante, yang juga merupakan pemain bawah andalan klub raksasa Jerman Bayern Muenchen. Pengetahuannya tentang permainan jerman tentu akan sangat membantu Brasil, karena seperti diketahui, jerman saat ini diperkuat tujuh punggawa Bayern Muenchen. Sebagai catatan–di Bayern Muenchen, Dante mampu menjaga gawang Muenchen steril dalam 14 partai yang melibatkannya sejak awal sebagai starter.

Kehadiran Dante, lalu Maicon–senior yang memenangi Champions bersama Inter Milan, juga Dani Alves dan david Luiz rasa-rasanya adalah skuad pertahanan yang paling kuat sedunia–jika kita melihat dari track-record mereka di klub masing-masing.

Kemudian, Wilian, gelandang asal Chelsea ini kemungkinan besar akan diplot menggantikan Neymar. Mereka punya kemampuan mendribel dan kecepatan yang sama. Hanya soal melesakkan gol Neymar lebih tajam. Willian biasanya lebih berfungsi sebagai gelandang serang yang menjadi pelapis striker utama. Tugas utamanya adalah pembuka ruang dan pengumpan yang akan memanjakan Fred atau Jo di depan. Seandainya Willian mampu maksimal bermain malam nanti, Brasil niscaya tetap akan menunjukkan keberingasannya melawan Jerman.

Di pihak yang lain, Jerman adalah tim yang paling keren dan stabil di Piala Dunia kali ini.  Organisasi serangannya paling rapi. Kemampuan pemainnya merata. Para gelandangnya punya visi dan kreasi yang mengesankan–kalau tak dibilang paling ‘indah’. Passing-passing-nya sangat akurat–bergulir dalam tempo yang cepat. Jerman siap meladeni permainan ala tiki-taka, umpan-umpan pendek nan cepat–karena mayoritas punggawanya adalah anggota skuad Bayern Muenchen yang saat ini dilatih Pep Guardiola–sang filosof Tiki-Taka tersebut.

Jerman juga siap kembali memainkan strategi ala Preseure Football dengan sesekali melakukan serangan balik khas ala Der Panzeer. jerman tak hanya punya Muller atau Klose atau Podolski yang amat haus gol itu–tapi mereka juga punya Kroos, Schweini, dan Schurlee, dan Ozil–para bomber yang siap menembakkan bola secara keras dan luar kotak pinalti.

Semua pemainnya dalam kondisi yang fit, prima, dan akan bermain dengan motivasi masuk ke final setelah masa 24 tahun penantian yang panjang. Jerman, saat ini, adalah satu-satunya tim yang berhasil lolos ke fase semi-final Piala Dunia secara empat kali berturut-turut. Dengan sekian banyak kelebihan tersebut–lalu tim mana yang akan mampu menghentikan mereka saat ini?

Tapi, Brasil adalah tuan rumah. Sebuah faktor yang tak bisa disepelekan begitu saja. Ketakhadiran Neymar akan membuat skema serangan menjadi lebih tersebar. Dengan pola 4-2-3-1–Brasil akan membebaskan Hulk, Oscar, Willian, atau Ramires mengkreasi serangan.
Jerman memang lebih teratur, kompak, dan rapih–dan karena itu bisa terjebak pada pola yang mudah terdeteksi. Sedangkan Brasil, apalagi kalau bercermin dari pertandingan terkahirnya sewaktu bertemu Kolombia kemarin–lebih eksplosif, meledak-ledak.

Memang Brasil menjadi tidak Jogo-Bonito lagi. Brasil jadi tim yang paling banyak melakukan tekel. Tim yang paling banyak melakukan tekanan, juga pelanggaran, secara fisikal. Tapi bukankah ini menjadi satu-satunya cara yang ‘ampuh’ untuk meredam Jerman yang sangat terstruktur dan terorganisisr itu? Dan yang terakhir–Brasil punya Luiz Felife Scolari, pelatih yang membawa Brasil juara di PD 2002, dan Carlos Alberto Pereira, pelatih yang membawa Brasil juara PD 1994–yang sekarang berperan sebagai pelatih teknik tim Samba.

Prediksi saya–jika saja Brasil kembali bermain eksplosif seperti saat bertemu Kolombia, jika saja absennya Neymar malah membuat Oscar CS seperti menemukan dirinya sendiri dan bermain lepas, jika saja rasa malu dan gengsi kalau sampai kalah sedangkan mereka adalah tuan rumah mendekam begitu kuat di dada–maka mereka akan mampu mengalahkan Jerman. Brasil akan menang dengan tidak mudah dan dengan  skor yang tipis Bisa-bisa terjadi duel sampai terjadi perpanjangan waktu.

Apa pun hasilnya, siapa pun pemenangnya, kita akan menyaksikan pertunjukan bal-balan yang indan dan keren dini hari ini.

  • Bagikan