Sempat Dikabarkan Mangkir karena Isoman, Azis Syamsudddin Akhirnya Datangi KPK

  • Bagikan
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat malam, 24 September 2021. Foto: Rosseno aji/Tempo.co
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat malam, 24 September 2021. Foto: Rosseno aji/Tempo.co

TERASLAMPUNG.COM — Sempat dikabarkan mangkir dari panggilan penyidik KPK dengan alasan sedang isolasi mandiri (isoman) karena Covid-19, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin akhirnya mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat, 24 September 2021, pukul 19.55 WIB.

Azis dipanggil KPK terkait penanganan perkara suap mengenai Dana Alokasi Khusus (DAK)  Lampung Tengah.

Dia bungkam saat berjalan dari mobil KPK menuju ruang pemeriksaan di gedung tersebut.

Azis mengenakan kemeja batik coklat dan sepatu hitam. Begitu keluar dari mobil Toyota Innova hitam, Azis berjalan melalui pintu lobi utama gedung komisi antirasuah.

Biasanya orang yang ditangkap KPK masuk lewat pintu yang ada di sisi kiri gedung tersebut. Dua satpam sempat mengarahkan Azis ke pintu itu. Azis menolak. Dia masuk lewat pintu utama dan langsung menuju ruang pemeriksaan yang ada di lantai dua gedung.

KPK memang mengagendakan pemeriksaan untuk Azis hari ini. Namun, politikus Golkar itu menyurati KPK meminta pemeriksaannya ditunda. Azis berdalih sedang menjalani isolasi mandiri karena berinteraksi dengan orang yang terinfeksi Covid-19.

Menurut informasi yang dikumpulkan dari KPK, petugas komisi antirasuah sempat mencari keberadaan Azis. Azis disebut akhirnya ditemukan di rumahnya di Jalan Gedung Hijau II, Pondok Pinang.

KPK dikabarkan telah menetapkan Azis menjadi tersangka pemberi suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Nama Azis disebut KPK dalam dakwaan untuk Robin Pattuju.

Dalam dakwaan, KPK menyatakan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado memberikan uang Rp 3 miliar dan US$ 36 ribu kepada Robin. Uang diberikan agar Robin mengurus perkara korupsi dana alokasi khusus Lampung Tengah yang diduga menyeret nama Azis dan Aliza.

TEMPO

  • Bagikan