Beranda News Peristiwa Sempat Terisolasi, 116 Warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku Dievakuasi

Sempat Terisolasi, 116 Warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku Dievakuasi

418
BERBAGI
Warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku tiba di dermaga Canti, Kecamatan Rajabasa,Lampung Selata,, Selasa, 25 Desember 2018.
Warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku tiba di dermaga Canti, Kecamatan Rajabasa,Lampung Selata,, Selasa, 25 Desember 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Hari ketiga pasca terjadinya gelombang tsunami di Selat Sunda yang menerjang wilayah pesisir Lampung Selatan, sebanyak 116 warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku yang sempat terisolasi dievakuasi oleh tim SARr gabungan ke daratan, Selasa 25 Desember 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

Pantauan teraslampung.com, sebanyak 116 warga dari Pulau Sebesi dan Sebuku tersebut, tiba di Dermaga Canti sekitar pukul 10.00 WIB diangkut menggunakan tiga kapal motor milik nelayan dengan didampingi oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI dan Polri.

Kedatangan ratusan warga dari kedua pulau yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Anak Gunung Krakatau (GAK) tersebut secara bertahap, karena kondisi cuaca angin kencang dan ombak masih besar. Berselang beberaja jam kemudian, datang kembali kapal motor lain yang membawa warga dari kedua pulau tersebut.

BACA: Pasca-Tsunami, Warga Pulau Sebesi Kekurangan Kebutuhan Pokok

Ratusan warga yang dievakuasi tersebut, selanjutnya di ungsikan sementara di Posko Tenis Indor Pemkab Lampung Selatan. Sedangkan untuk warga yang kondisinya mengalami luka-luka, langsung dibawa oleh tim gabungan ke Puskesmas Rawat Inap dan RSUD Bob Bazar Kalianda.

Plt Kadis Kominfo, Lampung Selatan, Sefri Masdian saat ditemui di Dermaga Canti mengatakan, hingga saat ini tim Sar masih terus mengevakusai warga yang tinggal di Pulau Sebesi dan Sebuku yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).

“Yang sudah kita evakuasi ke darat oleh tim gabungan untuk saat ini, ada sekitar 116 orang terdiri dari 101 orang warga Pulau Sebesi dan 15 orang lagi dari Pulau Sebuku. Kalau untuk jumlah keseluruhan warga yang akan dievakuasi sekitar 200 orang,”ujarnya, Selasa 25 Desember 2018.

Selanjutnya, kata Sefri Masdian, warga dari kedua pulau yang sudah dievakuasi itu dibawa oleh tim menuju ke lokasi Posko Basarnas di Lapangan Tenis Indor Pemkab Lampung Selatan.

Sementara untuk warga yang mengalami luka-luka dibawa ke Puskesmas Rawat Inap dan RSUD Bob Bazar Kalianda untuk mendapatkan perawatan medis.

BACA: Letusan Gunung Anak Krakatau Bercampur Air, Menuju Segala Arah

Sefri Masdian mengungkapkan, untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga Pulau Sebesi dan Sebuku, pihaknya telah meminta bantuan dua kapal dari pihak KPLP, lantaran kapal yang ada masih kurang.

“Ada dua kapal yang kita minta dari pihak KPLP, yaitu Kapal KN Jembio P215 dan KN Trisula. Kedua kapal ini, nantinya yang akan mengevakuasi warga Pulau Sebesi dan Sebuku lainnya. Nantinya, mereka akan dibawa ke Pelabuhan BBJ Bakauheni,”ungkapnya.

Hal tersebut, dibenarkan oleh Kadis Perindag Lamsel, Qorinilwan yang ikut menjemput warga ke Pulau Sebesi dan Sebuku.

Selain melakukan evakuasi, lanjut Sefri, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan berupa 650 kg beras, 130 dus mie instan, 150 dus air mineral, gula 3 dus, baju 4 karung, pempers 6 kardus, selimut 2 karung, roti 6 dus dan biskuit 15 dus.

“Kami juga menyalurkan bantuan makanan siap saji sebanyak 2 dus, sarden 1 dus, susu 10 dus dan juga bantuan berupa obat-obatan. Semua bantuan itu, diserahkan untuk warga yang ada di Pulau Sebesi dan Sebuku,”terangnya.

BACA: Tsunami Selat Sunda : 373 Orang Meninggal, 1.459 Luka-Luka , 128 Hilang

Menurutnya,kerusakan akibat gelombang tsunami di kedua pulau tersebut, tidak terlalu parah seperti yang terjadi di kawasan Desa Way Muli, Way Muli Timur dan Kunjir.

Karena sempat terisolasi, kata Sefri, warga yang ada di kedua pulau tersebu kekurangan bahan makanan saat mereka mengungsi di dataran tinggi saat terjadinya gelombang tsunami.

Loading...