Sempat Viral karena Diganggu Sekelompok Pemuda, Proyek Jalan Negeriujungkarang Lampura akhirnya Dibatalkan

  • Bagikan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara, Syahrizal Adhar
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara, Syahrizal Adhar

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara dikabarkan telah membatalkan kontrak dengan pihak rekanan yang mengerjakan proyek jalan Negeriujungkarang, Muarasungkai.  Pembatalan kerja sama itu diduga karena masa kontrak pekerjaan proyek itu telah habis.‎

“Berkasnya sudah, pak. Lagi diproses, proses untuk pembatalan dari PPK,” kata salah seorang bawahan Kepala DPUPR, Syahrizal Adhar saat Syahrizal menanyakan persoalan ini pada bawahannya tersebut.

Terkait pembatalan proyek ini, Syahrizal belum dapat memastikan apakah proyek itu akan kembali dilelang di tahun depan atau tidak. Pihaknya masih harus melihat ketersediaan anggaran dan skala prioritas pembangunan sebelum mengambil keputusan melelang proyek itu kembali atau tidak.

“(Yang jelas masuk) S‎ILPA/Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran dulu dia,” jelasnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan jalan Negeriujungkarang-BTS Way Kanan sempat viral pada 17 November lalu. Hal itu dikarenakan pengerjaan proyek tersebut terpaksa terhenti setelah diduga beberapa pekerja mendapat ancaman dengan senjata tajam dari sekelompok orang.

Para pekerja proyek pembangunan dengan nilai berkisar Rp 900-an juta itu akhirnya meninggalkan lokasi. Sejumlah alat berat yang sebelumnya berada di lokasi diangkut kembali meninggalkan tempat.

Akibat insiden itu, para pekerja mengalami trauma dan ketakutan. Asy Sadis Al Mushofa salah satu pekerja kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Lampung Utara, untuk ditindak lanjuti, dengan nomor laporan: STPL/1688/B-1/XI/2021 /SPKT Polres Lampung Utara, Rabu 17 November 2021.‎

‎Dalam perjalanannya, kedua belah pihak yang berselisih paham akhirnya sepakat berdamai. Kesepakatan perdamaian itu disampaikan oleh Joni Bedyal, selaku perwakilan keluarga pelaku dugaan pengancaman tersebut.

Joni Bedyal yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Lampung Utara kala itu mengatakan, pembangunan proyek di daerah mereka tersebut akan kembali dilanjutkan karena waktu yang tersedia tidak banyak lagi. ‎Para pemuda di desa mereka juga telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung proyek tersebut hingga selesai sesuai rencana.

“Sudah ada kesepakatan untuk melanjutkan proyek itu karena waktunya juga sudah mepet,” kata dia.

  • Bagikan