Beranda News Pusiban Senam Sehat Pemprov Gaungkan “Perempuan Berdaya, Lampung Jaya”

Senam Sehat Pemprov Gaungkan “Perempuan Berdaya, Lampung Jaya”

33
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Pegawai di Lingkungan Pemprov Lampung mengadakan senam bersama dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Lampung Jaya” di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Jumat (15/12/2017)

Senam yang diprakarsai Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung itu digelar dalam rangka menghentikan kekerasan terhadap perempuan di Provinsi Lampung.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Heri Suliyanto mengatakan kegiatan senam bersama ini merupakan momentum untuk mengingatkan kembali dan mendorong penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lampung.

“Perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang sudah sewajarnya diberikan perlindungan secara khusus seperti dengan melakukan pembaharuan hukum yang berpihak pada perempuan dan anak, termasuk memberikan pelayanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan,” kata Heri.

Sejak Januari hingga November 2017, tercatat telah terjadi 128 kasus kekerasan di Provinsi Lampung. Daru junkah itu sebanyak 115 korban adalah perempuan sedangkan sisanya 19 korban berjenis kelamin laki-laki. Jenis kekerasan yang dialami tertinggi diantaranya kekerasan fisik dan psikhis, pelecehan seksual, dan tindak pidana perdagangan orang.

“Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk bersama pemerintah menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing. Dengan kebersamaan dan peran aktif kita semua saya yakin upaya tersebut dapat berjalan dengan baik,” ujar Heri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Lampung Dewi Budi Utami mengatakan Kampaye Hari Anti Kekerasan dengan tema “Perempuan Berdaya, Lampung Jaya” ini bertujuan untuk meningkatkan upaya perlindungan kekerasan, mengkampayekan anti kekerasan juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Lampung.

Saat ini, Gubernur Lampung Ridho Ficardo telah menginstruksikan untuk terus mempersempit ruang kekerasan terhadap anak, di antaranya dengan menyediakan lahan khusus bermain anak.

Seperti di Ruang Bermain Anak di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM). Kemudian saat ini sedang dibangun RTH (Ruang Terbuka Hijau) Elephant Park di Enggal. Tujuannya mendukung agar Lampung bisa menjadi Kota Layak Anak (KLA). KLA dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang pelayanan terhadap hak anak dan ditindaklanjuti lewat Pergub 2013.