Beranda Kolom Kopi Pagi Senjata Makan Puan

Senjata Makan Puan

367
BERBAGI

Oyos Saroso H.N.

Hari masih sangat pagi. Baru lepas subuh. Tapi Ki Sudrun sudah menghabiskan dua cangkir kopi. Secangkir sudah ludes sesaat sebelum Ki Sudrun berangkat ke musala. Secangkir lagi tandas seusai ia membaca 101 layar berita media online dan 101 status kawan-kawannya di Facebook.

“Ya… terus saja namba kopinya! Biar gula darahnya naik!” Nyi Sudrun nyap-nyap dari dapur.

Ki Sudrun cuma terkekeh.

“Sini lho Bu…. lihat sini …. ” Ki Sudrun mencoba menghentikan omelan istrinya.

“Wah…. Mas Sonto dan Mbak Loyo lucu ya Pak? Pantesan dia sangat cocok sama Mas Sonto…. hehehehehe…” Nyi Sudrun tersenyum saat melihat gambar meme di Facebook.

Gambar meme itu menunjukkan lutut Mas Sonto dan Mbak Loyo yang biasanya disarungi kolor warna hijau ingus kini tak bersarung sehingga tampak terbuka dan terliat otaknya.

“Yang bikin meme itu siapa Pak?” tanya Nyi Sudrun.

“Jelas bukan aku. Juga bukan Mat Dra’i atau Man Dra’up. Pasti ini bikinan anak muda yang kreatif….”

“Ini seperti peribahasa ‘Mulutmu harimaumau’. Orang yang nggak bisa menjaga perkataan diterkam oleh perkataannya sendiri,” ujar Nyi Sudrun.

“Seperti senjata makan puan…”

“Kok puan? Tuan kelesss…” Nyi Sudrun.

“Itu dulu. Sekarang bukan hanya Tuan yang punya senjata dan merasa punya senjata. Sekarang Puan pun punya senjata dan merasa punya senjata….”

“Kamu pasti habis baca kisah Serda Bella Paramiyha, tentara cantik yang nyopiri jip saat membawa Presiden Jokowi menginspeksi pasukan di upacara HUT TNI ke-72 di Cilegon ya?”

“Bukan itu maksudnya. Coba kamu perhatikan, yang sering mengumbar kata-kata kasar dan penuh kebencian di medsos itu siapa? Apakah cuma para tuan (pria)? Para puan (perempuan) banyak juga kan?”

“Hiya sih. Makanya kamu jangan sembarangan ngomong di Facebook, nanti akan ketahuan kalok kamu cuma sudrun, bukan motivatori betulan!” kata Nyi Sudrun.

“Yang penting otakku masih di kepala hehehe…” timpal Ki Sudrun.

“Kalau di dengkul akan bahaya. Bisa seperti Mas Sonto dab Mbak Loyo di meme itu. Karena otaknya di lutut, maka ketika lutut nabrak tembok otaknya pun bermuncratan…”

“Ah, kamu kayak Babe Cabita aja!” sela Ki Sudrun. “Tapi itu betul… Kalau mau aman ya diam saja, biar nggak ketahuan kita ideologinya apa, pilihannya siapa, mendukung ISIS atau tidak, ngomong di medsos karena kita dibayar atau sukarela…”

Loading...