Sentimen Program Maritim Jokowi Sebabkan Saham Emiten Pelayaran “Nyungsep”

Ilustrasi
Bagikan/Suka/Tweet:
Ilustrasi

JAKARTA—Setelah sempat menikmari keuntungan besar pada tahun lalu akibat meroketnya harga saham menyusul adanya program ekomomi marimi yang digulirkan Presiden Jokowi, kini sentimen yang sama juga membuat saham-saham tersebut jeblok bahkan  “nyungsep” di level terendah.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terjungkal 20,34% sejak awal tahun ini. Tidak hanya emiten pelayaran yang harus terjungkal, saham perusahaan tambang milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) juga terpelanting ke level terbawah Rp50 per lembar.

Data Bloomberg seperti dilansir bisnis.com,  Senin (24/8/2015), menyebutkan IHSG ditutup terjerembab sedalam 3,97% atau 173,9  poin.  Bahkan, Indeks tercatat terjun bebas hingga 24,62% dari level tertinggi yang pernah dicapai pada 7 April 2015 yakni 5.523,95.

Sepanjang Senin, indeks bahkan sempat menyentuh level terendah 4.111,11 dengan level tertinggi 4.241,91.  IHSG dibuka pada level 4.241,31 lebih rendah dari penutupan sehari sebelumnya 4.335,95.

Indeks terjun bebas terjadi setelah seluruh sektor di pasar modal negatif. Penurunan terdalam terjadi pada sektor industri kimia dasar sebesar 7,68% dan disusul oleh agribisnis 6,79%.

Dari 518 saham yang diperdagangkan di PT Bursa Efek Indonesia,  275 saham melemah, 28 saham menguat, dan 215 saham tidak bergerak. Seiring dengan pelemahan itu, harga 10 saham emiten juga turut terjerembab.

Saham-saham itu memberikan kerugian terbesar bagi investor alias pemegang sahamnya.