Sepeda Motor dan HP Milik Penguras Harta Pengusaha Barang Pecah Belah Tertinggal di Rumah Korban

  • Bagikan
Dewi (45) korban pencurian Rp60 juta dan emas 100 gram menceritakan ihwal pengurasan harta di rumahnya kepada Teraslampung.com. Senin malam (9/1/2017).

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG –

Kisah lucu terjadi dalam kasus pencurian di rumah Dewi (45), pengusaha pecah belah di Jalan Ikan Layur, Kelurahan Kebun Pisang, Telukbetung Selatan, pada Minggu (8/1/2017) malam lalu sekitar pukul 18.00 WIB. Diduga karena panik lantaran terpergok, pelaku pencurian yang menggasak uang tunai Rp 60 juta dan perhiasan emas seberat 100 gram itu membuat sepeda motor dan handphone (HP) pelaku tertinggal.

Saat ditemui di rumahnya, Dewi menceritakan meski tidak ada kamera CCTV di rumahnya, pelaku pencurian tersebut diduga dilakukan oleh satu orang pelaku.

Menurutnya, usai mencuri di rumahnya, pelaku meninggalkan sepeda motor Suzuki Smash dan ponsel merek Mito.

“Hal itu karena pencuri kepergok adik saya, Kartika Sari. Sepeda motor pelaku, ditinggalkan di samping gang kecil rumah dan ponselnya tertinggal di kasur di dalam kamar. Mungkin karena saking takut kepergok adik saya. Adik saya  lalu teriak dan membuat warga berdatangan. Pelaku langsung kabur meninggalkan ponsel dan sepeda motornya,”ungkapnya, Senin (9/1/2017) malam.

Dewi mengutarakan, saat itu Minggu (8/1/2017) malam sekitar pukul 18.00 WIB, adiknya Kartika alias Epo yang rumahnya berada tidak jauh dari rumah miliknya berjarak sekitar 50 meter, mendengar suara pintu gerbang rumahnya seperti ada yang membuka. Mendengar suara itu, Kartika mencoba untuk melihat dan mendatangi rumah miliknya.

“Adik saya melihat, pintu gerbang dan pintu rumah sudah terbuka dikira kalau saya sudah pulang dari Way Ratai, Padang Cermin,”ujar pengusaha barang pecah belah ini.

BACA: Pencuri Gasak Uang Rp 60 Juta dan Emas 100 Gram di Rumah Pengusaha Barang Pecah Belah

Karena penasaran, kata Dewi, lalu adiknya Kartika mencoba masuk ke dalam untuk melihat. Ternyata begitu sampai di dalam kamar miliknya, Kartika melihat ada seorang laki-laki mengenakan helm berada di dalam kamar dan sudah mengacak-acak ruangan kamar. Saat itu juga, Kartika berteriak karena ada laki-laki yang tidak dikenal sudah masuk ke dalam rumah miliknya,” kata Dewi.

Sebelum pergi, pelaku sempat menendang kaki Kartika dan meminta agar Kartika  tidak teriak.

“Lalu pelaku langsung melarikan diri,”terangnya.

Dari dalam kamar Dewi, pelaku mengambil uang tunai Rp 60 juta dan Perhiasan emas berupa, kalung, gelang dan cincin seberat 100 gram. Bahkan pelaku juga, menggasak satu unit kamera digital merk Canon.

Menurut Dewi, pencuri  masuk ke dalam rumahnya dengan merusak pintu depan. Dewi menduga, pelaku pencurian tersebut adalah orang yang memang mengetahui kondisi rumahnya.

“Ya mudah-mudahan saja, dengan adanya barang bukti milik pelaku seperti ponsel dan sepeda motor yang ditinggalkan. Polisi dapat segera menangkap pelaku pencurian tersebut,”harapnya.

Menurutnya, sebelum kejadian pencurian di rumahnya, sekitar empat hari lalu rumah mantan suaminya, Hi Iwan, pernah disatroni pencuri.

“Waktu kejadian sama persis yang terjadi di rumah saya, yaitu saat rumah dalam keadaan kosong. Namun, pelaku tidak berhasil menggondol uang atau barang berharga di rumah mantan suami saya,” katanya.

  • Bagikan