Sepuluh Siswa SMA di Lamsel Terjaring Razia

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Petugas Satpol PP Lampung Selatan merazia para siswa SMA yang berkeliaran di luar sekolah pada jam pelajaran, Kamis (30/10)



KALIANDA –  Sebanyak sepuluh siswa SMA dari dua sekolah di Lampung Selatan  terjaring razia yang digelar  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lamsel, Kamis (30/10). Kegiatan operasi ketertiban pelajar sekolah itu, dilaksanakan atas permintaan Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Selatan, dalam rangka meningkatkan kedisiplinan para pelajar sekolah disaat jam belajar sekolah berlangsung.

Sepuluh orang siswa SMA yang terjaring razia itu terdiri dari enam siswa laki-laki dan empat siswa perempuan. Mereka terjaring saat bersantai dilokasi jalan baru atau yang biasa disebut jalan cinta, belakang perkantoran Pemkab Lampung Selatan, sekitar Pukul 11.00 Wib.

Para siswa yang terjaring razia tersebut, langsung diamankan oleh Anggota Satpol PP Lamsel untuk dilakukan pendataan di Aula Dinas Pendidikan Lampung Selatan.

Kepala Disdik Lamsel Drs. H. Burhanuddin, MM mengungkapkan, para siswa yang terjaring razia mengaku hanya ingin bersantai sambil menikmati jajajan dilokasi jalan baru, karena sudah tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Mereka mengaku disekolahnya lagi ada acara rapat dan perlombaan, sehingga diperbolehkan pulang oleh pihak sekolah. Karena waktunya masih dalam jam belajar sekolah, mereka terkena razia oleh anggota Satpol PP selaku tim operasi penertiban pelajar sekolah,” ujar Burhanuddin kepada Teraslampung.com , usai memberikan pengarahan kepada para siswa yang terjaring razia.

Meskipun demikian, Burhanuddin menegaskan siswa dilarang keras berada di luar sekolah atau tempat-tempat yang tidak layak pada saat jam pelajaran, apalagi masih menggunakan seragam sekolah.

“Para siswa yang terkena razia diberi pengarahan dan diberikan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi sebelum dikembalikan ke sekolah masing-masing,” terangnya.

Burhanuddin mengimbau kepada pihak sekolah dan orang tua murid, agar memberikan pengarahan kepada anak didiknya agar tidak berada di luar sekolah pada saat jam pelajaran berlangsung, karena akan membuat malu pelajar itu sendiri dan juga lembaga sekolah.

“Walaupun mereka berada di luar sekolah karena sudah pulang sekolah, tetapi siswa tidak diperbolehkan menggunakan seragam sekolah ketika berada di tempat umum. Misalnya di  tempat hiburan dan warnet,” katanya.

  • Bagikan