Beranda Teras Berita Seriusi Pembelian Vaksin Covid-19, Bupati Budi Utomo akan Bahas Anggaran dengan DPRD

Seriusi Pembelian Vaksin Covid-19, Bupati Budi Utomo akan Bahas Anggaran dengan DPRD

60
BERBAGI
Ketua PWI Lampung Utara, Jimi Irawan memberikan potongan tumpeng pada Bupati Budi Utomo dalam perayaan HPN
Ketua PWI Lampung Utara, Jimi Irawan memberikan potongan tumpeng pada Bupati Budi Utomo dalam perayaan HPN.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pernyataan Bupati Budi Utomo ‎terkait rencana pembelian vaksin Coronavac ternyata bukan hanya sekedar wacana belaka. Terbukti, rencana pembelian vaksin itu akan dimasukan dalam dana penanganan Covid-19 yang harus dialokasikan sesuai instruksi pemerintah pusat.

“Mungkin dalam waktu dekat, saya akan utus tim untuk membahas rencana itu dengan pihak legislatif terkait anggaran penanganan Covid-19,” jelasnya dalam peringatan Hari Pers Nasional dan HUT ke-75 PWI yang diselenggarakan oleh PWI Lampung Utara secara virtual di GOR Sukung Kotabumi, Selasa (9/2/2021).

Pembahasan antara pihaknya dengan pihak legislatif wajib dilakukan. Hal itu dikarenakan instruksi pemerintah pusat tentang penyediaan anggaran Covid-19 terbit setelah APBD Lampung Utara disahkan. Dengan pembahasan itu maka pergeseran anggaran untuk penanganan dapat diselesaikan dalam Perubahan APBD.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah menginstrusikan pada ‎kepala daerah untuk mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum. Besaran anggaran yang diinstrusikan itu mencapan delapan persen dari DAU.

“Anggaran pembelian ‎vaksin itu akan dimasukkan ke dalam anggaran penanganan Covid-19,” kata dia.

Sebelum rencana pembelian vaksin itu terlaksana, ia meminta semua pihak untuk lebih jernih dan bijaksana dalam menyikapi alokasi anggaran penanganan Covid-19. Jangan sampai timbul pertanyaan – pertanyaan yang yang hanya akan memperkeruh suasana.

‎”Yang perlu dipahami bersama, alokasi anggaran delapan persen itu bukan semata – mata hanya untuk pembelian vaksin itu saja karena ada kegiatan lainnya,” jelasnya.

Kegiatan lainnya itu di antaranya biaya transportasi, pengamanan saat menerima dan mengirimkan vaksi ke pelbagai pelosok daerah. Dengan pemahaman itu maka tidak perlu lagi ada pihak yang mempertanyakan atau malah mempersoalkan besaran anggaran penanganan Covid-19.

“Kalaupun nanti anggaran penangana Covid-19 kita masih tersisa maka dana itu akan masuk ke dalam Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran)” ‎kata dia.