Medsos  

Sesat Logika karena Bebaskan Pembakar Hutan, Netizen Hadiahi Hakim Parlis dengan Meme Menohok

Sesat Logika karena Bebaskan Pembakar Hutan, Netizen Hadiahi Hakim Parlis dengan Meme Menohok
Bagikan/Suka/Tweet:

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Meme yang menggambarkan sesat majelis hakim yang mengadili bos perusahaan pembakar hutan di Sumatera Selatan bertebaran di media sosial Facebook.

Meme itu tersebar menyusul dibebaskannya PT Bumi Mekar Hijau (BMH), perusahan pembakar hutan dari segala tuntutan, termasuk tuntutan miliaran rupiah yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Majelis Hakim PN Palembang yang diketuai Parlas Nababan dengan anggota Erli Wati dan Kartijo, dalam sidang 30 Desember 2015 lalu membebaskan perusahaan tersebut karena pembakaran hutan yang dilakukannya tidak merusak hutan, karena lahan yang terbakar bisa ditanami lagi.

Tulisan di meme itu lumayan menohok, karena menggambarkan logika keliru majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang. Para pemberi komentar terhadap meme itu rata-rata menyamakan logika majelis hakim PN Palembang sama dengan ujaran “ngapain makan, nanti juga laper lagi”, “kenapa halaman harus disapu, toh nanti kotor lagi”.

Yoan Vallone, misalnya, menulis di beranda Facebooknya: “Memukul hakim gapapa karena masih bisa diobati”. Tulisan itu untuk mengantar meme yang diunggahnya dengan tulisan “Bakar hutan tidak merusak lingkungan hidup karena bisa ditanami lagi”. Kutipan di meme itu adalah cuplikan kata-kata majelis hakim yang menilai membakar hutan tidak apa-apa karena lahannya bisa ditanami pohon lagi.

Meme yang diunggah Yoan kemudian dikomentari Nain Dwi Hastuti “Habis dipukul pak hakim suruh berobat sendiri ajaah. Pasti punya asuransi. Kan pejabat pemerintah. Pakai bpjs aja gpp koq.”

Simak: Kado Akhir Tahun Terburuk: Pembakar Hutan Sumsel Dibebaskan dari Jeratan Hukum

Saat menunggah meme yang juga disertai foto hakim Parlas Nababan, Ezky Suyanto di beranda Facebooknya menulis: “Kalau pakai logika hakim ini berarti dia juga boleh kita bakar sedikit kan bisa diobati kemudian sembuh atau gedung pengadilan juga boleh kita bumi hanguskan toh bisa dibangun kembali atau sekolah anak2nya juga boleh dikirimi asap pan ada dokter di rumah sakit..PPATK mana PPATK???!!!! Follow the money dong”.

Karena meme itu bergambar hakim Parlis dengan arloji bermerek dan diyakini mahal, para pemberi komentar pun banyak yang fokus mengomentari arloji Parlis.

Putusan majelis itu sendiri memang menghancurkan logika publik dan menyebabkan kemarahan. Sebab,selain merusak lingkungan, kasus kebakaran hutan yang melanda Sumatera Selatan beberapa bulan lalu menyebabkan banyak warga susah mendapatkan udara bersih. Bahkan,di Riau asap dampak pembakaran hutan menyebabkan beberapa penduduk meninggal.

Saat itu Presiden Joko Widodo yang turun langsung ke lokasi kebakaran lahan sempat menjadi bulan-bulanan kritik publik.

Dewi Ria Angela