Beranda Ruwa Jurai Setahun Lebih Mati, Lampu Jalan Lintas Sumatera Bandarlampung-Lamsel Belum Diperbaiki

Setahun Lebih Mati, Lampu Jalan Lintas Sumatera Bandarlampung-Lamsel Belum Diperbaiki

164
BERBAGI
PJU LED tenaga Surya di tanjakan maut Tarahan, Kecamatan Katibung hanya menyisakan tiang sedangkan peralatan seperti panel surya, solar cell dan isi dalam kotak seperti panel dan accu sudah tidak ada lagi. (Foto dibidik pada Kamis 23 Mei 2019 petang).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Sudah setahun lebih puluhan lampu jalan di sepanjang pinggir jalan lintas Sumatera ruas Bandarlampung hingga Lampung Selatan banyak yang mati. Jauh sebelum musim mudik Idul Fitri tahun lalu lampu jalan itu sudah tidak berfungsi sehingga Jalinsum gelap gulita di malam hari.

Mendekati mudik lebaran Idul Fitri 1440 H tahun 2019, lampu jalan tersebut masih tetap mati. Tidak ada upaya apa pun dari pemangku kepentingan untuk membuat lampu jalan itu menyala sehingga jalinsum tidak gelal gulita di malam hari. Memang ada perbaikan lampu jalan, tetapi hanya 1-2 titik saja.

Berdasarkan pantauan teraslampung.com, Jumat (24/5/2019) sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) jenis LED (Light Emitting Diode) tenaga surya yang terpasang di sepanjang Jalinsum disejumlah titik di ruas Jalinsum, Lampung Selatan mulai dari perbatasan Kota Bandarlampung hingga menuju jembat besi Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, kondisinya banyak yang mati total dan diduga hilang dicuri.

Karena banyak lampu LED yang mati, kini yang tersisa hanyalah tiang besi kurus saja yang menjulang di pinggiran Jalinsum, Lampung Selatan. Tidak hanya itu saja, peralatan yang ada di PJU pada bagian panel surya, solar cell dan isi dalam kotak seperti panel dan accu yang terpasang di tiang PJU sudah tidak ada lagi.

Selain hilang dicuri, sebagian lampu LED tenaga surya tersebut kondisinya banyak yang sudah mati dan dibiarkan mangkrak begitu saja tanpa ada dilakukan perbaikan dari instansi terkait atau pemerintah setempat. Padahal, Jalinsum tersebut tidak lama lagi akan ramai dipadati arus mudik dan balik lebaran pengguna kendaraan roda dua dan empat.

Padamnya PJU tenaga surya tersebut, membuat Jalinsum di Lampung Selatan menjadi gelap gulita saat malam hari. Para pemudik yang menggunakan kendaraan khususnya sepeda motor, harus lebih hati-hati dan waspada saat berkendara di malam hari agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas dan terjadinya tindakan kejahatan jalanan.

Supaya Jalinsum tidak gelap gulita dan terasa seram saat berkendara malam hari, banyak warga setempat berharap, agar pemerintah atau instansi terkait segera memperbaiki lampu penerangan jalan di Jalinsum yang sudah setahun lebih mati total dan dibiarkan mangkrak begitu saja.

Kondisi Jalinsum sekitar pintu masuk PT Juang Jaya Abadi Alam (JJAA) Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo karena padam dan tidak berfungsinya PJU.(Foto dibidik pada Kamis 23 Mei 2019 petang).

“Sebentar lagi Jalinsum inikan ramai dilalui sama pemudik dan hanya tinggal 11 hari lagi memasuki lebaran, tapi kondisi jalan di Jalinsum masih gelap gulita karena lampu penerangannya banyak yang mati,”kata Iwan (37), salah seorang warga Desa Cintamaya, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan kepada teraslampung.com, Jumat (24/5/2019).

Iwan mengatakan, padamnya PJU tersebut, sudah sejak musim mudik lebaran tahun 2018 lalu dan sampai masuk musim mudik lebaran tahun 2019 sekarang ini, PJU itu belum juga diperbaiki malah dibiarkan mangkrak dan banyak PJU yang hanya menyisakan tiangnya saja.

“Sudah setahun belakangan inilah tidak diperbaiki, selain ada yang kondisinya memang mati total ada juga yang isi di dalam kotak bok PJU sudah tidak ada diduga hilang dicuri,”ungkapnya.

Dikatakannya, penerangan jalan ini sangat dibutuhkan sekali, apalagi kondisi di Jalinsum seperti di beberapa titik di wilayah Tarahan, hingga Umbul Kidul, Desa Pardasuka lokasi pinggir Jalinsum masih sepi dari rumah warga dan banyak pepohon yang rimbun. Sehingga pada malam hari, Jalinsum terlihat terang kalau ada sorotan lampu dari kendaraan mobil yang kebetulan melintas.

“Ya kalau tidak padam, jalannya jadi terang dan pengendara motor yang melintas merasa aman dan nyaman saat berkendara malam hari karena suasananya terang. Selain itu juga, bisa meminimalisir terjadinya Laka lantas dan tindakan aksi kriminalitas jalanan,”jelasnya.

Iron (48), warga Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan menuturkan, meski sudah ada dan didifungsikannya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menghadapi arus mudik lebaran tahun 2019 ini, tapi lampu penerangan di Jalinsum ini harus diperhatikan juga oleh instansi terkait.

PJU ini, kata Iron, sangat penting bagi semua penguna kendaraan khusnya bagi pengendara sepeda motor. Apalagi dalam waktu dekat ini, sudah mulai ramai pemudik yang datang dan melintas melalui Jalinsum untuk pulang menuju kampung halamannya masing-masing.

“Sebentar lagi Jalinsum ini akan ramai dan dipadati para pemudik, kalau PJU ini masih juga padam kasihan sama pemudik yang mengunakan sepeda motor. Meski sudah ada tol, kan mungkin sepeda motor masuk ke tol,”ujarnya.

Ia pun berharap, pemerintah atau instansi terkait segera memperbaiki PJU yang mati di sejumlah titik di Jalinsum tersebut, agar tidak terjadi adanya Laka Lantas serta mengantisipasi terjadinya aksi kejahatan jalanan yang terjadi di malam hari.

“Tahun 2018 lalu kan pernah ada kejadian pemudik yang dibegal di Jalinsum di daerah Umbul Kates, Kecamatan Katibung. Korban alami luka bacok di kepala, sepeda motor dan barang berharga lainnya dirampas pelaku. Alhamdulilah korban selamat, pelakunya berhasil ditangkap polisi. Jangan sampai musim mudik lebaran tahun 2019 ini, adanya kejadian serupa menimpa pemudik,”ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Yono (43), warga Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo. Ia pun berharap, agar sejumlah PJU yang terpasang di Jalinsum seputar Desa Sukabanjar tersebut segera diperbaiki.

“Ya kan mas bisa lihat sendiri, PJU yang terpasang di Jalinsum Desa Sukabanjar ini mulai dari pintu masuk PT Juang Jaya Abadi Alam (JJAA) hingga menuju ke PT Woongsol semuanya sudah mati total. Matinya bukan hanya saja lampu bohlamnya saja, panel surya dan isi yang ada dalam kotaknya pun sudah tidak ada,”ucapnya.

Menurutnya, seiring makin dekatnya musim mudik lebaran tahun 2019 ini, arus lalu lintas kendaraan para pemudik pastinya makin ramai. Banyak pemudik baik yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat ramai melintasi Jalinsum meski sudah dibukanya JTTS.

“Mudah-mudahan saja segera diperbaiki, kalau kondisi jalannya gelap kasihan pemudik pemotor. Apalagi pemudik pemotor bawa istri dan anaknya yang masih kecil, kalau jalannya gelap kan kasihan ditambah lagi belum paham kondisi medan jalannya berlubang atau tidak,”pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lampung Selatan, Anasrullah mengatakan, PJU yang terpasang di Jalinsum tersebut, merupakan jalan nasional dan bukanlah wewenang pihaknya.

Kendati demikian, kata Anasrullah, pihaknya sudah berupaya menyampaikan pemberitahuan kepada Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) sebagai kepanjangan wewenang dari Direktorat Jenderal Hubungan Darat (Dirjenhubdat) di daerah.

“Mengenai hal PJU ini, bukan wewenang kami (Dishub Lamsel) tapi kewenangan BPTD. Tapi kami sudah menyurati pihak BPTD mengenai PJU di Jalinsum yang padam tersebut,”ungkapnya.

Loading...