Beranda Views Sepak Pojok Setahun Menjabat Gubernur, Ridho Ficardo Butuh Banyak Vitamin

Setahun Menjabat Gubernur, Ridho Ficardo Butuh Banyak Vitamin

206
BERBAGI
Gubernur Lampung Ridho Ficardo

HARI ini  genap setahun M. Ridho Ficardo menjabat Gubernur Lampung. Memiliki Gubernur termuda di Indonesia, menjadi kebanggaan bagi penduduk Lampung. Dengan latar pendidikan yang baik,ia diharapkan cerlang-cemerelang memimpin Provinsi Lam[ung. Setidaknya, ia diharapkan bisa menyelesaikan pelbagai peroalan yang berkelindan yang menempatkan Lampung sebagai daerah yang miskin, memiliki jalan yang sangat buruk, dan keamanan yang kurang terjamin. Syukur-syukur kalau bisa mengangkat posisi Lampung dari keterpurukan ekonomi sehinga tidak lagi menjadi provinsi termiskin ketiga di Pulau Sumatera setelah Aceh dan Bengkulu.

Untuk masalah jalan kita dibuat agak lega. Itu setelah Gubernur Ridho Ficaedo meneguhkan komitmennya menganggarkan dana Rp 1 triliun tiap tahun untuk memperbaiki jalan provinsi yang rusak parah. Kalau proyek senilai Rp 1 triliun per tahun dikerjakan dengan baik, dengan pengawasan yang bagus, dan tidak ada cintay-cincay alias setoran proyek, bisa diyakini jalan milik Provinsi Lampung pada lima tahun mendatang akan jauh lebih baik dibanding hari ini.

Infrastruktur jalan yang bagus itu diyakini akan membantu Lampung bangkit dari keterpurukan. Minimal, lalu lintas penduduk dan produksi pertanian akan lancar sehingga bisa membantu kenaikan produksi pertanian. Namun, optimisme itu serta merta meredup ketika hingga hari ini, setelah setahun Ridho Ficardo menjabat Gubernur, kita belum mendapatkan ketegasannya tentang komitmn anti-mafia proyek, antibroker, dan antisetoran proyek.

Memang, publik Lampung memberikan apresiasi kepada Gubernur ketika ia tampak responsif menyambut kehadiran tamu penting semisal Presiden dan beberapa menteri. Sikap responsif itu diharapkan berdampak positif bagi Lampung. Namun, hal itu saja tidak cukup, seperti dikatakan akademikus Universitas Lampung Budi Kurniawan.

“Prestasi utama Ridho adalah mengundang Presiden  Jokowi beberapa kali untuk melihat proyek jalan tol, dan pelabuhan.  Sedangkan program aslinya dia saya juga tidak tahu apa. Setahun sudah ia menjadi Gubernur,  tetapi saya tetap melihat listrik masih padam,” kata Budi.

Budisantoso Budiman, jurnalis senior, mengatakan seharusnya Ridho Ficardo bisa tampil sebagai sosok pemimpin yang sebenarnya. “Pemimpin itu salah satu kelebihannya adalah mampu membuat gebrakan untuk cari solusi buat kemajuan daerahnya, bukan sekadar melakukan pekerjaan as usual yang orang lain (bukan pemimpin) pun bisa melakukannya Pemimpin  haruslah orang yang ‘luar biasa’, bukan biasa-biasa saja seperti kita semua,” kata Budisantoso.

Kalau kita renteng semua harapan publik terhadap Gubernur Lampung niscaya untaian harapan itu sangat panjang. Sayangnya, untaian harapan itu sebagian besar (masih) berupa pesimisme. Ada pula harapan serupa keluh kesah panjang dan apatisme bahkan keyakinan bahwa Gubernur Ridho Ficardo tidak akan mampu memenuhi harapan publik.

Memang baru setahun Gubernur Ridho Ficardo memimpin tampuk pemerintahan di Lampung. Sebagian orang menilai masih terlalu dini untuk bisa melakukan penilaian terhadap kinerja Gubernur Ridho Ficardo. Namun, jika dalam setahun menjalankan pemerintahan Gubernur Ridho Ficardo tanpa penilaian dan tanpa kritik jelas tidak menyehatkan juga bagi metabolisme kehidupan. Tanpa kritik akan berpeluang menjadikan Gubernur terlena dan berpotensi menjerumuskan dirinya sendiri.

Bagaimanapun orang-orang terdekat Gubernur, para pembantu setianya, para pembisiknya, orang-orang kepercayaanya haruslah berani memberikan vitamin seperti vitamin kritik yang diberikan orang-orang di luar pagar kantor Gubernur.

Sesungguhnya Gubernur Ridho Ficardo selalu membutuhkan banyak vitamin agar ia benar-benar kuat sehingga sukses memimpin Lampung.

Oyos Saroso H.N.

Loading...