Beranda Politik Setelah Bertemu PDIP dan PPP, Prabowo akan Bertemu Parpol Lain

Setelah Bertemu PDIP dan PPP, Prabowo akan Bertemu Parpol Lain

85
BERBAGI
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto bersiap memberikan keterangan pers terkait hasil penghitungan suara Pilpres di kediamannya Kertanegara, Jakarta, 21 Mei 2019. Pasangan Prabowo-Sandi menyatakan menolak hasil penghitungan suara Pilpres oleh KPU RI dan memutuskan akan menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). TEMPO/M Taufan Rengganis
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto bersiap memberikan keterangan pers terkait hasil penghitungan suara Pilpres di kediamannya Kertanegara, Jakarta, 21 Mei 2019. Pasangan Prabowo-Sandi menyatakan menolak hasil penghitungan suara Pilpres oleh KPU RI dan memutuskan akan menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). TEMPO/M Taufan Rengganis

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah bertemu secara resmi dengan Presiden Joko Widodo seusai pilpres. Prabowo juga telah bertemu dengan dua partai koalisi pendukung Jokowi, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan Prabowo direncanakan akan menemui partai lain.

“Iya menyesuaikan sesuai dengan waktu dan kesibukan masing-masing. Prinsipnya Prabowo, Gerindra selalu membangun komunikasi silaturahmi dengan semua partai politik dan semua pimpinan parpol,” kata Riza di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Riza menjelaskan bahwa partai yang dituju dan waktu pertemuan masih belum diketahui. Masing-masing pihak masih menyusun jadwal.

Di sisi lain Prabowo masih terus berkomunikasi dengan partai yang mengusungnya bersama Sandiaga Uno pada pilpres lalu. Pertemuan juga rutin terjadi.

“Komunikasi kan tidak boleh putus. Kan komunikasi tidak harus dipublikasikan,” jelas Riza.

Pertemuan terakhir Prabowo dengan koalisi Jokowi, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) salah satunya membahas tentang penambahan kursi Mejelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari 5 jadi 8 atau 10.

Prabowo menyambut baik wacana tersebut meski memiliki kekurangan dan kelebihan.

Bisnis

Loading...