Beranda News Setelah Kapolri Menggertak, Polda Lampung Tingkatkan Pengamanan Pemudik

Setelah Kapolri Menggertak, Polda Lampung Tingkatkan Pengamanan Pemudik

731
BERBAGI
Kapolda Lampung, Irjen Suntana saat memberikan keterangan terkait arus mudik lebaran kepada awak media di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu 13 Juni 2018.
Kapolda Lampung, Irjen Suntana saat memberikan keterangan terkait arus mudik lebaran kepada awak media di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu 13 Juni 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN —Kehadiran Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Pelabuhan Bakauheni, Senin,11 Juni 2018 lalu, berdampak positif bagi peningkatan pengamanan pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni. Pemudik jalan kaki–menggunakan bus umum–dan pemudik sepeda motor kini tak perlu khawatir lagi karena Polda Lampung menempatkan petugas di sejumlah titik rawan begal di Jalinsum.

Saat meninjau arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri tidak bisa menyembunyikan kegeremannnya saat mendapatkan informasi bahwa sehari sebelumnya ada pemudik yang menggunakan sepeda motor luka parah karena ditusuk kawanan begal di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Lampung Selatan.

Tito pun mengultimatum akan mencopot jabatan Kapolres di di semua daerah di Lampung yang tidak bisa mengatasi begal.

“Seluruh Kapolres sudah saya intruksikan supaya dapat mengatasi kasus begal. Jadi lebaran tahun ini, tidak ada begal. Kalau nanti ada begal dan memang tidak bisa mengatasinya, nanti Kapolresnya yang saya begal (copot). Jadi itu ya dan paham kan maksud yang saya sampaikan,”kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, usai memantau arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin 11 Juni 2018.

BACA: Kapolri Soal Begal di Lampung: Kalau Tak Bisa Atasi Begal, Kapolres yang Saya “Begal”

Hanya sehari setelah ultimatum itu dilontarkan Kapolri, petugas Polres Lampung Selatan sudah bisa membekuk empat dari enam begal yang membegal pemudik.

Meskipun tidak mengiyakan, Kapolda Lampung Irjen Suntana mengatakan penanganan begal yang mengancam para pemudik yang melintasi wilayah Lampung memang berdasarkan perintah  Kapolri langsung demi kelancaran serta keamanan dan kenyamanan para pemudik saat arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1439 H.

“Upaya persuasif terus di upayakan, yakni dengan melakukan patroli secara terbuka dan hunting di sejumlah titik rawan tindakan kriminalitas. Banyak ditekankan, karena dapat dilihat oleh masyarakat kegiatan yang dilakukan anggota kepolisian,” katanya, ketika  memantau arus mudik H-2 Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Rabu 13 Juni 2018.

katakannya, seperti halnya dengan upaya pengungkapan para pelaku komplotan begal terhadap pemudik yang terjadi di ruas Jalinsum Simpang Kates, Lampung Selatan beberapa hari lalu, terpaksa pelaku begal tersebut dilakukan tindakan tegas oleh petugas. Dari empat pelaku yang ditangkap, satu pelaku tewas di tembak.

“Hal ini dilakukan, agar masyarakat tidak perlu khawatir lagi saat akan melakukan perjalanan mudik menuju ke kampung halamannya,”ungkapnya.

Selain itu juga, kata Irjen Pol Suntana, para pemudik diimbau untuk selalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas saat berkendara, lalu gunakan Pos pelayanan (Posyan) maupun Pos pengamanan (Pospam) yang ada jika memang memerlukan informasi terkait mudik secara lengkap. Para pemudik juga, tidak harus memaksakan untuk melanjutkan perjalanan apabila kondisi tubuh dan kendaraan tidak optimal.

BACA: Enam Begal Bacok Pemudik di Jalinsum Lampung

“Secara keseluruhan, kegiatan Operasi Ketupat Krakatau 2018 yang digelar dan berlangsung saat ini berjalan cukup lancar dan aman,”terangnya.

Irejn Pol Suntana mengutarakan, saat perjalan mudik menuju ke Terminal Rajabasa, telah dilakukan penguatan personel pengaman untuk menjamin keamanan para pemudik tersebut. Berdasarkan dari pantauan yang ada saat ini, tidak ada pemudik yang merasa resah dan terabaikan ketika mencari angkutan umum untuk melanjutkan perjalanan mudiknya menuju ke kampung halamannya.

“Hal ini menjadi arahan penting dari pimpinan Kapolri, dengan petunjuk serta arahan yang sudah di sampaikan,” katanya.

Soal kekhawatiran adanya ancaman begal di Jalinsum di wilayah Lampung sebenarnya sudah menjadi perbincangan calon pemudik di media sosial. Pada umumnya para pemudik yang menggunakan sepeda motor khawatir melintasi Jalinsum pada malam hari karena pada musim mudik Lebaran tahun ini Polda Lampung tidak mengerahkan para penembak jitu (sniper) di sepanjang Jalinsum.

“Padahal, tahun-tahun sebelumnya setiap musim mudik Lebaran ramai diberitakan Polda Lampung menerjunkan para sniper. Para pemudik sepeda motor juga dikawal polisi,” kata Ahmad Baihaki, warga Kedaton, Bandarlampung.

Menurut Baihaki, longgarnya pengamanan pemudik tidak sesuai dengan tekad pemerintah pusat yang ingin memberikan kenyamanan bagi para pemudik Lebaran Idul Fitri 2018.

“Presiden Jokowi sendiri sudah bilang bahwa para Idul Fitri tahun ini diharapkan arus mudik lebih lancar dan pemudik nyaman di perjalanan hingga sampai kampung halaman.Maka sebenarnya sudah benar kalau Kapolri marah saat tahu ada pemudik di Lampung jadi korban begal,” katanya.