Jual Pacar Rp100 Ribu, DR Ditangkap Polisi

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com


BANDAR LAMPUNG– DR (17),  warga Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, ditangkap polisi karena diduga mengencani pacarnya dan menjual pacarnya kepada pria lain seharga Rp 100 ribu. DR dicokok polisi pada Minggu (12/10) atas laporan SW (16), korban, warga Lampung Selatan.

“Setelah disetubuhi, korban kemudian dijual tersangka DR kepada dua rekannya seharga Rp 100 ribu untuk disetubuhi. Polisi menangkap tersangka DR bersama kedua rekannya, tersangka Agus Saparudin (23) dan Pratama Deska Indrawan (31), warga Bumi Agung, Tegineneng, Kabupaten Pesawaran,” kata Kapolsek Natar, Kompol Yohannes Agustiandaru, Senin (13/10).

Menurut Agustiandaru,  korban mengaku awalnya  DR mengajak SW jalan-jalan. Namun, sejak pergi bersama DR pada 3 Oktober, hingga 7 Oktober 2014 SW tidak pulang .

“DR awalnya membawa korban ke sebuah kebun sawit. Di kebun sawit itulah tersangka DR merudapaksa korban untuk melampiaskan nafsu bejatnya,” kata Agustiandaru, Senin (13/10).

Setelah puas, DR kemudian menjual SW kepada Agus Saparudin
seharga Rp 100 ribu untuk disetubuhi. Tak lama kemudian, DR kembali menjual korban SW kepada tersangka Deska Indrawan seharga Rp 100 ribu.

“Saat mengenalkan korban SW kepada tersangka Indra dan Agus, tersangka DR menawarkan kepada kedua rekannya (tersangka) untuk disetubuhi,  asalkan keduanya membayar masing-masing Rp 100 ribu. Setelah uang diberikan, korban kemudian disetubuhi dahulu oleh tersangka Agus. Setelah itu korban dibawa oleh Tersangka Indra ke salah satu losmen dan disetubuhi juga oleh tersangka Indra,” kata Agustiandaru.

Mantan Kapolsek Kedaton, Bandarlampung ini menuturkan, setelah tiga hari dibawa pergi dan disetubuhi oleh tersangka DR dan kedua rekannya, korban SW lalu diantarkan pulang ke rumahnya dengan tersangka DR.

Kini ketiga tersangka ditahan di  Polsek Natar, Lampung Selatan. Akibat perbuatan yang telah dilakukannya,  ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 81 ayat (2) undang-undang  RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Untuk tersangka DR selain dijerat dengan pasal 81 (2) tentang perlindungan anak, tersangka juga akan dijerat juga dengan pasal 332 KUHP,”kata Agustiandaru.

  • Bagikan