Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Siaga Tanggap Bencana, Polresta Bandarlampung Siapkan 250 Personel

Siaga Tanggap Bencana, Polresta Bandarlampung Siapkan 250 Personel

266
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono dan Sekda Kota Bandarlampung Badri Tamam usai apel gelar siaga tanggap bencana di Lapangan Saburai, Selasa (22/2/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Dalam operasi siaga terpadu tanggap darurat bencana alam di Kota Bandarlampung, Polresta Bandarlampung dan jajarannya menyiagakan sekitar 250 personel. Para personel yang disiagakan tersebut, dibagi menjadi empat tim yang siap menangani permasalahan bencana secara khusus.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, pihaknya telah melakukan kesiapan, yakni dengan melakukan penyiapan personel agar bisa cepat menghadapi kotijensi bencana alam. Penanganan tanggap bencana tersebut, pihaknya menyiagakan sekitar 250 personil dari seluruh jajaran.

“Kami sudah siapkan 250 personel untuk menghadapi becana alam, para personel tersebut, disiapkan untuk mengahadapi tanggap darurat bencana alam seperti bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan potensi tsunami,”ujarnya, Rabu (22/2/2017).

Murbani mengutarakan, para personel tersebut dibagi menjadi empat tim, dan setiap timnya ada sekitar 20 personel. Untuk tim satu ditempatkan di Telukbetung Barat dan Telukbetung Utara. Lalu tim dua di Tanjungkarang Timur dan Tanjungkarang Barat, tim tiga di wilayah Panjang, Telukbetung Selatan dan tim empat di Sukarame dan Kedaton.

“Para personil tersebut, sudah siap ditempatkan di setiap posisinya. Lalu ada petugas yang khusus memantau selama 24 jam, dan yang melakukan patroli,”terangnya.

Dikatakannya, masyarakat yang membutuhkan bantuan, maka polisi cepat datang dapat memberikan bantuan. Untuk penanganannya, pihaknya berkoordinasi dengan Pemda Kota Bandarlampung, Kodim 0410 Bandarlampung dan instansi terkait lainnya. Penanganan dampak akibat bencana perlu diperhatikan, seperti di pemukiman, jalan maupun sarana dan prasaran lainnya.

“Selain melakukan penanganan penyebab terjadinya banjir, kami juga melakukan keamanannya agar jangan sampai dimanfaatkan dengan orang-rang tertentu, memanfaatkan situasi yang pastinya dapat merugikan masyarakat,”pungkasnya.