Beranda News Budaya Siang Ini Penala Budaya Gelar Seminar Nasional Kebudayaan dan Kebinekaan di IBI...

Siang Ini Penala Budaya Gelar Seminar Nasional Kebudayaan dan Kebinekaan di IBI Darmajaya

186
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM —  Penala Budaya menggelar seminar nasional “Kebudayaan dan Kebinekaan” di Aula Kampus IBI Darmajaya, Bandarlampung, Sabtu siang (29/4/2017).

Seminar nasional yang merupakan rangkaian acara peluncuran lembaga Penala Budaya itu menghadir narasumber peneliti kebudayaan yang juga Dirjen Kebudayaan, Hilmar Faridl; Direktur Kesenian Restu Gunawan, Deputi IV Kantor Staf Presiden RI, Eko Sulistiyo; dan aktivis perempuan asal Lampung yang juga Wakil Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila.

“Kegiatan lain dalam peluncuran Penala Budaya dalah peluncuran situs  penalabudaya.com dan peluncuran antologi puisi Puisi dan Seni Keramik sebagai Ekspresi Seni Orang Biasa karya Ahmad Yulden Erwin,” kata Ketua Panitia Seminar, Daniel H Ghanie, Sabtu (29/4/2017).

Menurut Daniel, kebudayaan dan kebinekaan dipilih menjadi tema seminar kali ini karena masalah kebudayaan dan kebinekaan di Indonesia sampai hari ini belum benar-benat tuntas atau selesai. Sebab itu, kata Daniel, seminar ini diharapkan bisa dibedah aneka masalah kebudayaan dan kebudayaan yang diharapkan menjadi pijakan yangb kokoh bagi pengembangan sekaligus penguatan kebudayaan dan kebinekaan Indonesia hari ini dan masa mendatang.

“Kita memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam. Kebinekaan kebudayaan tersebut harus selalu dirawat akan menjadi lebih kuat dan bermanfaat bagi kekokohan NKRI,” katanya.

Menurut Daniel, para peserta seminar tidak hanya kalangan seniman dan budayawan di Lampung, tetapi juga para guru dan pelajar.

“Peran para guru di sekolah menurut kami sangat penting dan strategis untuk merawat dan mengembangkan kebudayaan dan kebinekaan. Publik juga perku diberi pemahaman bahwa hak-hak budaya merupakan bagian dari hak asasi manusia. Apalagi Indonesia sudah meratifikasi konvenan kedua Deklarasi Umum HAM PBB tentang hak ekonomi, sosial, dan budaya menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005,” katanya.

Loading...