Siap IPO pada 2015, PTPN VII akan Lepas 30 Persen Saham

  • Bagikan
Direktur Keuangan PTPN VII Agoes Riyanto (kanan) dan Sekretaris Direksi PTPN VII, Sonny Widiastanto (kanan). 

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com- PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII)  kembali melakukan persiapan untuk penawaran umum saham perdana (initial public offering / IPO), setelah holding BUMN perkebunan resmi diluncurkan pada 2 Oktober 2014 lalu.

Direktur Keuangan PTPN VII Agoes Riyanto mengatakan, rencananya PTPN VII akan melepas saham 30 persen ke publik dengan proceed yang diharapkan sebesar Rp2,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan perushaan untuk melanjutkan pengembangan investasi dan memperbaiki struktur permodalan (capital structure).

div class="__mango" data-placement="5690">

“Kementerian BUMN dan induk holding (PTPN III di Medan) memberikan prioritas kepada PTPN  VII untuk melaksanakan IPO pada tahun 2015. Kami sudah sangat siap karena sebenarnya persiapannya sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu,” kata Agoes., di Bandarlampung, Selasa (4/11).

Menurut Agoes, setelah holding terbentuk,  status PTPN VII menjadi anak perusahaan. Dengan begitu , persetujuan untuk IPO cukup izin dari induk holding dalam hal ini PTPN III.

“Penawaran saham perdana direncanakan pada triwulan II tahun 2015. Proses IPO selanjutnya adalah penunjukan penjamin emisi serta lembaga profesi penunjang lainnya,” kata Agoes.

Agoes berharap tahun 2015. Nanti setelah tercatat sebagai emiten bursa , kinerja PTPN VII akan melejit .

“Kami optimistis akan berhasil,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kepercayaan pasar, perseroan juga telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis yaitu optimalisasi sumber daya modal, sumber daya keuangan, sumber daya manusia, sistem serta optimalisasi kemitraan dan lingkungan.

IPO juga dilakukan bukan hanya semata-mata untuk mencari modal atau dana segar tetapi juga agar pengelolaan lebih transparan serta menerapkan sistem good corpoate governance (GCG) .

“Karena perusahaan yang sudah IPO menggunakan UU Pasar Modal dan lebih mengedepankan keterbukaan informasi kepada publik dan pemegang saham,” kata dia.

Agoes mengatakan, aset PTPN dalam tiga tahun ini terus meningkat dan pada tahun 2015 mencapai Rp 9 triliun.

PTPN VII bergerak dalam bisnis empat komoditas utama, yaitu karet dengan luas kebun 35 ribu hekar, sawit dengan luas kebun 60 ribu hektare , tebu dengan luas 25 ribu hektare,  dan teh dengan kebun seluas 1.500 hektare.

Selain itu, PTPN VII  juga memiliki pabrik pengolahan karet sebanyak 10 unit, pabrik pengolahan kelapa sawit 7 unit, pabrik gula 2 unit dan 1 unit pabrik teh. Lokasi kebun dan pabrik tersebar di Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu.


Mas Alina Arifin
  • Bagikan