Sidak BPOM: Makanan Busuk dan Kedaluarsa Masih Dijual

  • Bagikan

Siti Qodratin/Teraslampung.com

Mengecek makanan kedaluwarsa (ilustrasi)

Bandarlampung—Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM) Provinsi Lampung kembali sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah supermarket di Bandarlampung, Rabu (2/7) siang. Dalam sidak kali ini, petugas BPOM Provinsi Lampung menyita puluhan produk makanan dan minuman yang telah kedaluarsa dan produk makanan yang telah membusuk sehingga tak layak konsumsi.

Petugas BPOM Lampung kesal dengan ulah supermarket yang masih menjajakan produk makanan kadaluarsa dan dan tak layak konsumsi itu. Jika hal  ini tidak terpantau petugas, dikhawatirkan akan dikonsumsi masyarakat.

Produk makanan kadaluarsa atau tak layak lagi dikonsumsi ditemukan petugas BPOM Provinsi Lalmpung, seperti di Giant Supermarket dan Mall Kartini di Jl.Kartini Bandarlampung.

Adapun produk yang disita antara lain  puluhan minuman jenis  jus dan selai yang telah kadaluarsa sejak satu bulan lalu. Kemudian produk makanan yang telah membusuk dan tak layak lagi untuk dikonsumsi,  seperti jenis umbi-umbian.

Petugas BPOM Lampung juga mendapati produk makanan yang menyalahi izin resmi peredaran seperti kue dan kacang, kemasannya rusak, dan produk makanan yang terkontaminasi kandungan babi.

Dari hasil temuan ini, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan BPOM Lsmpung Ramdahan menegaskan, akan menarik produk makanan yang kadaluarsa (rusak), dan akan memberikan sangsi tegas kepada pemilik usaha.

Menurut Ramdahan, sidak yang dilakukan BPOM Lampung dalam rangka menyambut Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, agar masyarakat merasakan aman saat membeli produk makananan.

Sebelumnya, BPOM dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah menggelar sidak. Saat itu ditemukan buah anggur impor yang mengandung bahan pengawet (pormalin) di Chandra Dept. Store, Jalan Pemuda, Tanjungkarang.

Baca Juga: Jelang Puasa, Anggur dan Apel Berformalin Marak Dijual

  • Bagikan