Beranda Hukum Sidang Fee Proyek Dinas PUPR Lamsel, Sopir Pribadi Zainudin Hasan Bergaji Rp20...

Sidang Fee Proyek Dinas PUPR Lamsel, Sopir Pribadi Zainudin Hasan Bergaji Rp20 Juta per Bulan

358
BERBAGI
Bupati Lampung Selatan nonaktif Zanudin Hasan (tengah) pada sidang Tipikor di PN Tanjungkarang, Senin, 18 Februari 2019, dengan agenda pemeriksaan para saksi.
Virtual Product March 2019

TERASLAMPUNG.COM — Selain mengungkapkan pembelian mobil mahal yang dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan, Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Tipikor PN Tanjungkarang pada Senin, 18 Februari 2019 juga mengungkap ihwal gaji sopir pribadi Zainudin Hasan yang mencapai Rp20 juta per bulan.

“Saya digaji kotor sekitar Rp 20juta/bulan. Saya juga pernah dimintai tolong terdakwa untuk memberikan uang kepada saudara Vivindra (arsitek pribadi terdakwa) sekitar 25-50 juta,”kata Sarjono, sopir Zainudin Hasan,saat menjawab pertanyaan tim jaksa.

Sarjono mengaku, awalnya ia adalah sopir pribadi di keluarga Zainudin Hasn. Kemudian Sarjono diangkat sebagai sopir honorer untuk membantu bisnis dan kepentingan terdakwa.

Sidang Tipikor kasus fee proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan dengan terdakwa Zainudin Hasan pada hari ini dengan agenda memeriksa sejumlah saksi.

Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim Mien Trisnawaty itu ada 11 saksi yang dihadirkan.

Ke-11 saksi itu adalah: Sudarman (kolektor PT. Nadya Tama Laya), Sarjono (sopir pribadi dan perusahaan), M. Yusuf (karyawan PT. Krakatau Indonesia), Asnawi (General Manager PT. Krakatau), Ahmad Bastian (Direktur Rasber Jaya), Vivindria (arsitek pribadi Zainudin Hasan), Bobby Zulhaidir (Direktur PT Krakatau Indonesia).

Kemudian Ruswan Effendi (Direktur CV. Berkah Abadi), Imam Sudrajat, Sunartini (Supervisor Administrasi Kredit Tanjungkarang), dan Antoni Imam (anggota DPRD Provinsi Lampung).

Mas Alina Arifin

Loading...