Beranda Headline Sidang Kasus Mutilasi: Saksi Sebut Ada Kemesraan antara Pansor dan Brigadir Medi

Sidang Kasus Mutilasi: Saksi Sebut Ada Kemesraan antara Pansor dan Brigadir Medi

1468
BERBAGI
Brigadir Medi Andika (kemeja putih) saat meninggalkan ruang sidang PN Tanjungkarang, Selasa (20/12/2016).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Sidang kasus pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor dengan terdakwa Brigadir Medi Andika kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (20/12/2016).

Dihadapan Majelis Hakim, Minanoer Rachman jaksa Adi Priyambodo menghadirkan lima saksi yakni, anggota TNI Kostrad Cijantung Pratu M Ruslin, Prada Salfianto, dan Pratu Joni Malhan. Ketiga prajurit Kostrad tersebut, berbuhubungan dengan menggadaikan mobil Toyota Kijang Innova milik korban M Pansor.

Kemudian dua saksi lainnya adalah, Agus Rindwan yang bekerja di toko Pansor dan Sukisna sebagai penjaga kebun Pansor.

Dalam persidangan, Agus Ridwan mengatakan, bahwa ia melihat seperti ada kemesraan dan keakraban yang lebih antara korban Pansor dengan terdakwa Medi Andika.

Kedekatan keduanya, kata Ridwan, bahwa Pansor dan Medi sering pergi dan makan bersama dalam waktu yang lama. Hal tersebut diketahuinya, karena ia telah bekerja di toko meubel dan di rumah Pansor selama 20 tahun. Mereka sering pergi ke kebun, dan kalau sudah pergi bisa seharian mereka baru pulang.

“Sepertinya ada kemesraan hubungan diantara mereka, ya lebih dari teman sesama pria. Setahu saya Pansor dan Medi akrab, tapi saya tidak tahu hubungan lebih mereka,”ujar Ridwan, Selasa (20/12/2016).

BACA: Sidang Mutilasi Anggota DPRD: Terungkap, Kuliah S2 Brigadir Medi Dibiayai M. Pansor

Dikatakannya, di hari terakhir sebelum Pansor menghilang, Ridwan melihat Medi pernah datang ke Toko Pansor pada 15 April 2016 sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Medi langsung tiduran di kursi, sekitar satu setengah jam kemudian Pansor datang ke toko.

“Saya lihat keduanya (Pansor dan Medi) asik ngobrol, lalu sekitar pukul 10.00 WIB Medi pulang,”ucapnya.

Setelah taklama kemudian, Pansor menerima telephon dari seseorang, tapi siapa orang yang menelpon tersebut Ridwan mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya lihat Pansor marah besar saat menelepon, karena mukanya sampai memerah. Tapi saya tidak tahu, siapa yang orang yang menelpon itu hingga marah,”terangnya.

Setelah itu, Pansor pulang dengan meminjam motor Ridwan, taklama kemudian Pansor kembali lagi ke toko bersama anaknya. Lalu Pansor pergi bersama anaknya, untuk sholat jumat dengan mengendarai mobil Toyota Kijang Innova. Sejak saat itulah, Ridwan tidak pernah ketemu dengan Pansor.

Selanjutnya, sekitar satu pekan Pansor menghilang, Medi datang ke toko dan menanyakan Pansor yang masih dalam pencarian.

“Medi datang ke toko tapi ada yang beda, Medi dalam keadaan kusut. Karena biasanya, Medi selalu rapi,”ungkapnya.

Saat itu juga, Ridwan mengajak Medi ke rumahnya Pansor, yakni untuk mencari tahu mengenai kabar tentang Pansor. Di rumah Pansor, Ridwan dan Medi bertemu dengan istri Pansor, Umi Kulsum. Dari situlah, mereka pergi mencari Pansor ke rumah teman perempuan Pansor di Perumahan Karunia Indah Sukabumi.

“Tapi di rumah itu saya tidak ikut masuk ke dalam, saya hanya menunggu di dalam mobil saja,”jelasnya.

Loading...