Beranda Headline Sidang Kasus Mutilasi: Terungkap, M Pansor Miliki Dua Perempuan Teman Dekat

Sidang Kasus Mutilasi: Terungkap, M Pansor Miliki Dua Perempuan Teman Dekat

902
BERBAGI
Istri Pansor, Umi Kalsum (kerudung hitam), dan para kerabat Pansor saat berusaha mengejar dan memukuli terdakwa mutilasi Brigadir Medi, Andika, saat anggota Polres Bandarlampung itu hendak keluar dari PN Tanjungkarang, Rabu (30/11/2016). Istri almarhum Pansor kembali marah besar dalam persidangan hari ini (7/3/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Sidang lanjutan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, pada Selasa (13/12/2016) mengungkap fakta baru:  korban M Pansor ternyata memiliki dua perempuan teman dekat.

Ihwal teman dekat itu diungkapkan pengacara terdakwa Brigadir Medi Andika. Katanya, dua perempuan yang dekat dengan M Pansor tersebut adalah sebagai pacar M Pansor.

Sementara Umi Kulsum, istri M. Pansor, mengaku bahwa dirinya baru mengetahui kalau almarhum suaminya, M Pansor memiliki dua teman dekat perempuan dari terdakwa Medi Andika. Namun hal tersebut diketahuinya setelah Pansor sudah dinyatakan hilang atau tidak kembali lagi.

Menurut Umi Kalsum, setelah empat hari Pansor tidak pulang ke rumah, Medi sempat datang ke rumahnya. Lalu Medi berusaha membantu Umi Kulsum mencari keberadaan Pansor dengan mendatangi rumah perempuan yang dekat dengan Pansor. Perempuan tersebut adalah Yulinar Prihartini alias Yuli di Perumahan Karunia Indah, Sukabumi.

Saat itu Yuli mengaku tidak mengetahui keberadaan M Pansor. Selanjutnya, Medi mencari lagi di tempat perempuan yang dekat dengan Pansor satunya lagi, yakni Yulinar Sari alias Sari.

“Saat suami saya pamit pergi dari rumah pada 15 April 2016 lalu, ternyata suami saya  bertemu dengan Sari di salah satu bank di Bandarlampung. Di bank tersebut, suami saya dan Sari mengambil uang sebesar Rp 27 juta,”ujarnya.

Padahal di hari itu, kata Umi, Pansor berpamitan mau pergi ke kantor DPRD Bandarlampung untuk menandatangani surat perjalanan dinas. Ternyata, Pansor tidak pergi ke kantor DPRD Bandarlampung. Umi Kulsum mengetahui hal tersebut, setelah menelepon salah seorang staf DPRD untuk menanyakan mengenai keberadaan Pansor.

“Ternyata suami saya Pansor tidak ke Kantor, dia (Pansor) tandatangani surat perjalanan dinas (SPJ) itu di depan RS Graha Husada. Sejak saat itulah, Pansor sudah tidak lagi kembali ke rumah,”ucapnya.

Kemudian setelah satu hari Pansor pergi dari rumah, Umi Kulsum mengaku, bahwa dirinya pernah menerima pesang singkat (sms) yang berasal dari nomor ponselnya Pansor. Isi pesan tersebut, bahwa Pansor sedang liburan ke Jakarta dan rencananya akan pulang satu minggu kemudian.

Setelah mendapatkan pesan singkat tersebut, Umi tidak lagi menanyakan lebih lanjut. Namun ddirinya merasa, ada kejanggalan dari isi pesan singkat yang dikirimkan ke nomor ponselnya tersebut.

“Saya janggal dengan isi pesannya, karena biasanya suami saya (Pansor) kalau menulis sms kata Papa itu dengan kata Pp saja. Tapi kalau sms yang saya terima, isi pesannya ditulis dengan kata Pa,”ungkapnya.

Ternyata suaminya (Pansor) tidak juga pulang, lalu Umi Kulsum menyuruh karyawannya untuk mencari keberadaan Pansor di tempat-tempat hiburan malam karaoke.

Loading...